Kadin Sebut Empat Sektor Industri dan 30 Juta Pekerja Sangat Terdampak Pandemi

Jakarta, Akuratnews.com - Kondisi terkini yang melanda dunia industri tanah air diakui perlu terus diperbaharui perkembangannnya. Hal ini dipandang penting untuk merumuskan kebijakan kedepan.

Hal ini yang mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia perlu mendengar suara pengusaha yang tergabung dalam sejumlah asosiasi pengusaha nasional.

Dalam dialog yang dirangkum dalam 'Industry Talk', terungkap jika pandemi telah mengubah landscape industri Indonesia.

"Hampir 30 juta pekerja di Indonesia terdampak oleh pandemi,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Pengembangan Pengusaha Nasional, Arsjad Rasjid di sela-sela dialog 'Industry Talk' di Jakarta, Jumat (9/4).

Pandemi dikatakan kandidat Ketua Umum Kadin ini juga memberikan dampak berbeda beda terhadap keseluruhan industri. Ia mencatat ada empat sektor industri yang sangat terdampak pandemi ini.

"Beberapa industri mengalami kontraksi akibat menurunnya permintaan seperti transportasi dan akomodasi, perdagangan dan manufaktur," ungkapnya.

Diluar itu, industri yang esensial seperti kesehatan dan pertanian justru menunjukkan pertumbuhan yang kuat selama 2020. Pertumbuhan pertanian didorong peningkatan produksi terutama tanaman pangan dan sayuran.

“Memang dampak yang dialami setiap industri berbeda-beda, sehingga memerlukan penanganan dan stimulus ekonomi yang berbeda pula. Ini tentunya memerlukan kolaborasi dengan asosiasi yang terkait langsung menghadapai permasalahan industri sehari-hari," ujar Arsjad.

Ia pun optimis Kadin bisa menjadi mitra utama pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi nasional di tengah terpaan pandemi Covid-19.

"Disinilah kami ingin mendengar langsung problem yang dialami asosiasi industri di tanah air, terutama ketika dunia usaha dan pelaku industri terdampak pandemi Covid-19. Kadin kedepannya dapat ikut berperan lebih aktif untuk membantu mengatasi tantangan tersebut," pungkasnya.

Dalam dialog ini hadir Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal BKPM, Bahlil Lahadalia, ekonom senior M Chatib Basri, serta turut hadir melalui virtual Deputi bidang Dukungan Kebijakan Ekonomi dan Daya Saing Setwapres Ahmad Erani Yustika.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga