Kadis Dikbud Muna Apresiasi Kegiatan Ekspedisi Benteng Kerajaan Wuna

AKURATNEWS.COM - Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Muna, Ashar Dulu, sangat mengapresiasi kegiatan Ekspedisi Benteng Kerajaan Wuna, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ekspedisi Benteng ini, akan digelar pada tanggal 31 Oktober 2021 oleh Komunitas Budaya Warisan Suku Wuna (Kambawuna) bersama Komunitas Pemuda dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Ashar Dulu menilai hal yang dilakukan oleh para pemuda pemerhati Budaya di Muna itu adalah merupakan sebuah tindak kerja-kerja ikhlas dalam mengambil peran memberikan perhatiannya pada situs sejarah peninggalan para leluhur di Muna.

"Kegiatan para komunitas pemuda Muna ini patut diapresiasi, apalagi tujuan mereka melakukan penataan pada plan situs-situs kerajaan Muna masa lalu yang jarang diperhatikan dan ini juga sangat membantu kami Pemerintah dalam hal ini Dikbud Muna," Ucapnya kepada wartawan Akuratnews.com, Selasa (25/10).

Dia menjelaskan jika kegiatan Ekspedisi ini sudah beberapa kali dilakukan oleh komunitas itu, bahkan perhatian mereka sampai pada situs-situs sejarah Muna, dalam hal ini pada beberapa makam leluhur Kerajaan yang selama ini susah ditemukan kini menjadi mudah, termasuk leluhurnya Bonto La Dongkala yang bergelar Aro Ponsua.

"Makam para leluhur Kerajaan yang selama ini terbengkalai yang tertutup oleh semak belukar, dengan peran mereka melakukan kegiatan Ekspedisi, kini situs-situs itu mulai nampak, seperti situs leluhur saya Bonto La Dongkala gelar Aro Ponsua, dan ini adalah sebuah langkah yang menakjubkan," tukasnya.

Dirinya sebagai Kadis Dikbud Muna, juga berharap kegiatan Ekspedisi Benteng Kerajaan Wuna ini lebih memukau perhatian seluruh masyarakat Muna, sehingga melahirkan gerakan terpadu, baik dari para tokoh adat, tokoh Budaya, maupun tokoh masyarakat serta kelompok masyarakat lainnya yang tergugah hati untuk peduli akan sejarah peninggalan leluhur kita, terutama untuk diperhatikan kelestariannya yang selama beberapa dekade ini terbengkalai.

Diapun mengucapkan terimakasih kepada seluruh komunitas muda pemerhati budaya Wuna, berkat kerja-kerja mereka, sampai ditemukan makam leluhurnya yang selama ini sudah dianggap hilang.

Penulis: Zainal Arifin

Baca Juga