Kongres Nasional ke III KAI

KAI: Hukum Memang Belum Jadi Panglima di Negeri Ini

Jakarta, Akuratnews.com - Gelaran Kongres Nasional ke III Kongres Advokat Indonesia (KAI) yang resmi dibuka Jumat (19/4) tak sekadar mencari siapa pengganti kepemimpinan KAI saja, namun juga merekomendasikan sejumlah hal terkait pengelolaan dan penegakan hukum Indonesia.

"KAI rekomendasikan siapa pun presiden terpilih nantinya melakukan pengelolaaan dan penegakan hukum untuk bisa mengembalikan negara ini sebagai negara hukum," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) KAI, Aprillia Supaliyanto di sela-sela pembukaan Kongres Nasional ke III KAI di Jakarta, Jumat (19/4).

Istilah penegakan hukum yang masih tumpul ke atas tapi tajam ke bawah dikatakannya bukan sekadar istilah belaka, tapi memang benar terjadi.

"Dalam realitasnya, hukum belum jadi panglima di negeri ini," tandasnya.

Ia pun menyoroti independensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus korupsi.

"Sumber daya penyidik-penyidik KPK jangan lagi bergantung pada penyidik-penyidik polisi dan jaksa saja. Inilah yang sebenarnya harus dibenahi," ungkapnya.

Terkait kongres Nasional ke III KAI sendiri, Aprillia meminta siapapun yang terpilih nanti hendaknya menjadi seorang pemimpin, bukan malah menjadi seorang penguasa.

"Pemimpin itu walau keras dan tegas tapi mau mendengar suara semua pihak. Tapi kalau penguasa, nantinya jadi monster. Kita punya contoh seorang pemimpin saat KAI dipimpin Indra Sahnun Lubis. Beliau keras tapi mau mendengarkan," pungkas Aprillia.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga