Kajari Gresik Yakin Dana Yang Dikorupsi Bertambah

Kantor Kejaksaan Negeri Gresik
Kantor Kejaksaan Negeri Gresik

Gresik,Akuratnews.com - Dugaan adanya korupsi dana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan Kabupaten Gresik terus didalami oleh tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik. Hal tersebut diketahui saat penggeledahan ruang kerja Kepala Dinas Kesehatan, Dr. Nurul Dholam pada hari Senin (6/8/2018) pagi tadi.

Bahkan, dari penggeledahan tersebut tim penyidik Kejaksaan Negeri Gresik juga menggeledah rumah kediaman Kepala Dinas Kesehatan, Dr. Nurul Dholam di kawasan Manyar, Gresik.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik, Pandoe Pramoekartika pada media memaparkan, dalam penggeledahan itu, pihaknya membagi dua tim yakni, untuk penggeledahan di tempat tinggal Kadinkes Dr. Nurul Dholam dipimpin oleh jaksa senior, Fajar Seto Nugroho, sedang penggeledahan di Dinas Kesehatan di pimpin Kasi Pidsus, Andri Dwi Subianto dan Kasi Intelejen, Marjuki.

"Penggeledahan kita bagi dua tim, untuk mencari bukti tambahan dugaan korupsi dana BPJS Pukesmas se- Kabupaten", papar Padoe pada media hari Senin (6/8/2018).

Lebih jauh Padoe menambahkan, tim penyidik akan terus mendalami dugaan korupsi dana BPJS, siapa saja yang berperan dan ikut menikmati uang negara tersebut. "Sampai saat ini kami masih mengumpulkan bukti-bukti tambahan terkait korupsi dana BPJS,"terang Padoe.

Disinggung apakah Kejaksaan Negeri sudah mengantongi nama calon tersangka dalam dugaan penyelewengan dana BPJS tersebut, Kejari mengatakan, "Dalam waktu dekat penyidik masih akan segera memanggil beberapa saksi dan belum menentukan tersangka," tuturnya.

Adanya dugaan korupsi dana BPJS kesehatan terungkap setelah pihak Kejaksaan Negeri melakukan sampling di 8 Pukesmas dan ditemukan ada dana BPJS yang dikorupsi malalui pemotongan 10 persen senilai Rp 500 juta.

"Angka kerugian negara bisa bertambah mengingat ada 18 kecamatan. Kita hanya melakukan sampling 8 kecamatan,  kami yakin dana BPJS yang dikorupsi oleh Dinkes akan bertambah." Pungkasnya. (Rif)

Penulis:

Baca Juga