Kamera Pemotretan Udara Saksi Penumpasan PRRI dan DI/TII Beristirahat di Muspusdirla

Jakarta, Akuratnews.com - Dua kamera pemotretan udara yang digunakan TNI AU (jawatan Pemotretan Udara) periode 1945 – 1950 jenis Vertikal AFA-33 dan Oblique Fairchil A-8 akhirnya menjadi penghuni museum Pusat Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Yogyakarta.

Prosesi penyerahan kamera dilakukan oleh Sekertaris Dinas Pemotretan Udara TNI AU Sesdissurpotrudau) Kolonel Sus Dadang Taufik kepada Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Jemi Trisonjaya, M.Tr (Han) di Mabesau, Cilangkap. Jakarta, Senin (11/7).

Dua Kamera tersebut pernah digunakan pada operasi militer penumpasan pemberontakan DI/TII, PRRI dan Permesta.

Sedangkan pada pembangunan nasional dimanfaatkan untuk pemotretan proyek bendungan Jati Luhur, pembuatan City Planning Kebayoran Baru dan penanggulangan bencana alam.

Pada masanya di TNI AU, kamera vertikal AFA-33 dan Oblique Fairchild A-8 ini dioperasionalkan oleh Jawatan Pemotretan Udara (sekarang Dinas Survey dan Pemotretan Udara- Dissurpotrudau) dari  tahun 1945 hingga tahun 1970.

Kamera ini dipasang pada pesawat B-25 Mitchel, Tupolev, PBY-5 ACatalina dan Auter Pipercup.

Kamera udara vertikal AFA-33 merupakan salah satu kamera udara otomatis buatan Uni Sovyet (USSR) tahun 1943. Operasional kamera ini menggunakan instrumen remote control dan didesain untuk melakukan pemotretan udara dengan teknik lajur, luasan dan spot atau individu obyek untuk tujuan akuisisi foto dari observasi fotografi.

Dalam sejarah Perang Dunia II (PD II), kamera ini digunakan untuk menentukan daerah pemboman wilayah musuh yang menjadi target.

Sementara kamera Oblique Fairchild A-8 yang buatan Januari 1929 oleh perusahaan kamera asal New York dan Boston Amerika Serikat ini, merupakan kemera format besar pada masa Perang Dunia II. Dengan bobot sekitar 7,1 kg, kamera ini dioperasionalkan secara handheld  sehingga lebih fleksibel untuk mendapatkan perspektif foto yang dihasilkan.

Pada tahun 1930 Fairchild A-8 banyak digunakan untuk kepentingan militer maupun sipil. Pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat pada US Armforce Show pada tahun 1931 di New York, sedangkan untuk kepentingan sipil digunakan sejak tahun 1930. (Yandi/Dispenau)

Penulis:

Baca Juga