Kampanye #PilihBicara, Ajak Anak Muda Suarakan Permasalahan Rokok

Gerakan Muda FCTC dan SDSN youth Indonesia Paparkan bahaya limbah puntung rokok untuk lingkungan.

Jakarta, Akuratnews.com - Rokok dan puntung. Dua kata yang tak dapat dipisahkan, bagaimana kedua produk ini bagi dunia kesehatan menjadi penyumbang permasalahan penyakit yang cukup besar. Di tengah aksi menolak rokok yang cukup besar, pengguna rokok khususnya di kaum muda Milenial justru bertambah. Ironis memang. Namun begitu, kegiatan promosi akan bahaya rokok tak boleh berhenti demi Indonesia Sehat, seperti halnya yang digaungkan oleh #PilihBicara.

Selain melakukan kegiatan kampanye secara outdoor (luar ruang) #PilihBicara juga turut mengajak masyarakat khususnya para muda generasi penerus dalam talkshow, yang merupakan rangkaian kegiatan kampanye #PilihBicara yang sudah digelar sejak Juli lalu dan akan berakhir pada desember tahun 2019.

Dalam talkshow yang diadakan di @america Pasific Place, Jakarta diungkap pengelolaan limbah puntung rokok sering dilupakan dan tidak menjadi prioritas karena dampaknya bersifat tidak langsung dan jangka panjang. Padahal, jika tidak segera dikendalikan, dampak dari limbah puntung rokok dapat mempengaruhi lingkungan, kesehatan, dan kegiatan ekonomi bisnis. Karena itu, komitmen pemerintah sangat dibutuhkan dalam melakukan pengendalian tembakau yang komprehesif dari hulu hingga ke hilir. Demikian benang merah yang terangkum dari acara Talkshow bertajuk “Puntung Rokok Kecil Berdampak Besar".

Penggiat Gerakan muda FCTC,
Rama Tantra Solikin menyatakan, kesadaran tentang pentingnya pengelolaan limbah rokok masih sangat minim di Indonesia.

“Tidak banyak orang menyadari bahwa limbah puntung rokok tergolong limbah berbahaya dan beracun karena dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kelangsungan hidup manusia. Ini setara dengan limbah pabrik dan harus didaur ulang secara khusus,” kata Rama, (18/9).

Selanjutnya 1 2 3
Penulis:

Baca Juga