Kampanye #PilihBicara, Ajak Anak Muda Suarakan Permasalahan Rokok

Gerakan Muda FCTC dan SDSN youth Indonesia Paparkan bahaya limbah puntung rokok untuk lingkungan.

Nahla Jovial Nisa, Koordinator Advokasi Yayasan Lentera Anak, menilai ada hubungan yang erat antara banyaknya limbah puntung rokok di Indonesia dengan konsumsi rokok yang tinggi. Indonesia sebagai negara urutan ke-tiga perokok tertinggi di dunia, yaitu sebesar 90 Juta perokok aktif, dan memproduksi rokok rata-rata sebanyak 338 miliar batang setiap tahun. Menurut data Tobbaco Control Support Center pada 2015, konsumsi rokok rata-rata per orang per hari pada 2013, yaitu 12,3 batang atau 369 batang per bulan, atau 12-13 batang/hari/orang (Riset Kesehatan Dasar, 2018)

"Sepanjang tidak ada kebijakan pengendalian tembakau yang komprehensif, maka jumlah perokok di Indonesia masih tetap tinggi, dan limbah puntung rokok masih tetap bertumpuk," kata Nahla.

Dia menegaskan, Indonesia membutuhkan FCTC (Framework Convention on Tobacco Control), sebagai regulasi payung, dengan memberlakukan larangan pemasaran dan periklanan tembakau secara total, mempromosikan kemasan produk polos, membuat semua ruang publik dan tempat kerja menjadi bebas rokok, serta menaikkan pajak dan harga tembakau.

Senada dengan Nahla, Rama Tantra menegaskan banyak sekali dampak kerugian akibat rokok. Namun, masih banyak masyarakat yang menganggap rokok atau perilaku merokok adalah hal biasa.

“Karena itu kami dari Gerakan muda FCTC Indonesia & Lentera Anak bersama 36 organisasi dan komunitas menginisiasi Kampanye #PilihBicara mengajak masyarakat, khususnya anak muda agar bicara menyampaikan keprihatinan, kepedulian, pengalaman dan harapan tentang permasalahan rokok di Indonesia,” kata penggagas Banggai Generation on Tobacco Control (BGTC) ini.

Kampanye #PilihBicara ini, kata Rama, sudah berlangsung sejak Juli dan akan berakhir pada Desember mendatang. Tujuan Kampanye #PilihBicara untuk membangun kesadaran dan dukungan masyarakat terhadap pemerintah dalam melakukan upaya komprehensif, untuk memenuhi pencapaian SDG’s nomor 3, 5 dan 14.

“Dokumentasi dari keseluruhan video, tulisan, dan karya lainnya dari Kampanye #PilihBicara ini akan kami rangkum dalam kegiatan movie screening event untuk disampaikan kepada Kementerian terkait,” pungkas Rama.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis:

Baca Juga