Kangkangi Undang-Undang, Raja Nainggolan Tegaskan Akuntan Publik Berhenti Rekanan Perbankan

Akuntan Publik Raja Nainggolan dari KAP Raja Nainggolan.

Menteri BUMN Sampai Berucap

Menjadi ironi, saat seorang menteri sampai berucap auditor 'abal-abal' menanggapi hasil audit yang terjadi di PT Garuda Indonesia  (Persero) Tbk. Tentunya ini memukul seluruh profesi auditor yang ada di tanah air.

Dikutip dari laman Kompas.com, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku tak ingin lagi ada perusahaan pelat merah menggunakan jasa auditor “abal-abal” untuk mengaudit laporan keuangan perseroannya.

Maka dari itu, Erick akan membuat aturan mengenai pemilihan auditor bagi para perusahaan BUMN.

“Sama juga nanti merubah (aturan) auditor, lagi kita godok, saya enggak mau sebagai menteri tanda tangani penunjukkan auditor. Saya enggak mau tanda tangan karena pertama, enggak tau alasan ditunjuk auditor (itu), kalau ada window dressing dibilang Pak Menteri (sudah) setuju,” ujar Erick di Kementerian BUMN, Jumat (21/2/2020).

Menanggapi ujaran Menteri, Raja mengungkapkan kekecewaannya, di mana pihaknya menilai ujaran tersebut akibat dari adanya sistem rekanan terhadap perusahaan-perusahaan plat merah, yang tentunya akan menekan independensi para profesional audit.

"Manteri BUMN mengatakan auditor abal-abal, kenapa senior-senior saya diam saja. Karena itu ada keberpihakan (analisa-red). Itulah keberpihakkan mempengaruhi kesehatan profesi kita. Saya hanya minta supaya rekanan ini dipertegas," ungkapnya.

Namun dari pada itu, Raja menyampaikan, jika ingin menjunjung tinggi prinsip keadilan, dan nilai kualitas auditor alangkah baiknya dilakukan ujian bersama. Baik itu auditor yang telah rekanan ataupun tidak.

"Untuk menjadi rekanan ujian lagi, kalau memang menjaga kualitas. Diberikan kesempatan yang sama. Karena untuk menjadi akuntan public bukan karena memiliki uang yang banyak. Ketika kita menjadi akuntan public semua sama, tidak pandang jam terbang, equitynya sudah besar. Apabila memang berlanjut rekanan, maka diatur kontribusi atau jasa auditnya," tegasnya.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga