Kantor Desa Cibadak Digeruduk Warga

Sukamakmur, Akuratnews.com - Ratusan warga Cibadak menggeruduk kantor desa Cibadak mempertanyakan status tanah mereka yang diklaim pihak Perhutani berdasarkan tapal batas yang dibuat tahun 1996.

Warga desa Cibadak yang resah karena status tanahnya diklaim milik Perhutani padahal warga mempunyai bukti kepemilikan dan membayar pajak.

Akibat status tanahnya diklaim milik Perhutani masyarakat yang merasa memiliki atas hak tanah tersebut tidak dapat membuat sertifikat, masyarakat pun merasa dirugikan ungkap warga yang tak ingin disebutkan namanya.

Saat ditemui dikantor desa camat Sukamakmur mengatakan, aparat pemerintah akan memfasilitasi keluhan warga tersebut kepada bupati juga DPRD Kabupaten Bogor.

"Jika ditelusuri tanah tersebut melalui data L-C yang ada dikantor desa memang milik warga, data tersebut dibawah tahun 1970." Ujar Zaenal kepada Akuratnews.com (20/1/17).

Yang paling terpenting adalah data L-C desa itu yang jadi pedoman,apalagi dalam tapak batas yang dibuat perhutani tahun 1996 dijelaskan.

"Perhutani mengakui adanya tanah milik/ hak milik yang bersertifikat yang ada dalam batas-batas tercantum didalam berita acara tata batas,maka tanah yang bersertifikat atau milik adat dengan bukti otentik akan dikeluarkan dari kawasan hutan dengan demikian luas tanah yang tercantum dalam berita acara tata batas akan dikurangi luasan tanah milik adat/hak milik tersebut diatas" Ungkapnya.

"Untuk itu dalam seminggu ini warga yang mempunyai bukti otentik agar segera dikumpulkan untuk dijadikan dasar gugatan serta warga diminta membuat pernyatan sudah berapa lama menetap dari generasi yang lalu sampai sekarang" pungkasnya. (Toro)

Penulis:

Baca Juga