Kapolda Metro Jaya: Selama 2019 Jakarta Aman dan Kejahatan Menurun

Jumpa Pers Akhir Tahun Polda Metro Jaya
Jumpa Pers Akhir Tahun Polda Metro Jaya

Jakarta, Akuratnews.com - Polda Metro Jaya mengklaim, selama 2019 situasi kamtibmas di wilayah hukumnya terbilang aman terkendali. Berbagai persoalan yang timbul di masyarakat juga dapat dikelola dengan baik oleh jajaran Polda. Sejumlah kasus menonjol juga bisa diungkap dalam waktu singkat.

Hal itu ditegaskan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Gatot Edy Pramono, dalam jumpa pers akhir tahun, di Mapolda Metro, Jumat (24/12/2019). Dalam acara itu, Gatot memaparkan situasi Kamtibmas Jakarta dan capaian kinerja seluruh jajaran Polda Metro Jaya.

Menurut Gatot, ada sejumlah indikator dari situasi aman dan kondusif di Jakarta. Diantaranya, jumlah kasus tindak pidana pada 2019 yang "hanya" 32.614 kasus, turun dibanding tahun 2018 yang mencapai 33.628 kasus. "Tapi untuk pengungkapan kasus, presentasenya naik 10 persen dari tahun lalu," jelas Gatot.

Sementara dari Crime Index atau indeks kejahatan 11 jenis kasus yng menonjol, hanya 2 kasus yang menunjukan peningkatan yaitu kebakaran dari 452 kasus pada 2018 menjadi 479 di 2019. Sedangkan pemerkosaan naik dari 33 kasus menjadi 37 kasus.

"Tapi 9 jenis kejahatan lain, seperti curas, curat, curanmor, penganiayaan, judi, pemerasan pembunuhan, narkotika dan kenakalan remaja, jumlah kasusnya turun dibanding tahun lalu," kata dia.

Kasus Laka Lantas Meningkat

Meski kasus kejahatan relatif menurun, tapi tren sebaliknya justru terjadi di jalan raya. Angka kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2019 ini naik 34 persen, dari 5.903 kejadian menjadi 7.922 kejadian.

Jumlah korban, baik luka berat dan luka ringan juga meningkat. Korban luka berat naik 60 persen dari 867 orang menjadi 1.390 orang. Sedangkan kerugian materi juga naik 14 persen. Meski begitu, korban meninggal dunia turun 14 persen dari 568 orang di tahun 2018 menjadi 509 orang di tahun ini.

"Untuk itu kita akan terus tingkatkan berbagai operasi lalu lintas dan program untuk menumbuhkan keselamatan berlalu lintas," ucapnya.

Program Prioritas

Polda Metro, kata Gatot, juga sudah melakukan 11 program prioritas Polri, diantaranya program quick wins. Lewat program ini, Polda melakukan penertiban dan penegakan hukum bagi organisasi radikal dan anti Pancasila.

Selain itu jajaran Polda Metro juga ikut membackup Densus 88 Mabes dalam memburu dan menangkap jejaring terorisme di wilayah hukum Polda Metro. "Selama 2019 ini total 6 terduga teroris yang ditangkap Densus 88 yang di back up jajaran kita, di sejumlah lokasi di wilayah hukum kita," ungkap Gatot.

Polda Metro, tambahnya, juga terlibat aktif dalam aksi nasional pembersihan preman dan premanisme. Operasi pemberantasan premanisme di wilayah hukum Polda Metro Jaya dilakukan dengan Operasi Kegiatan Polisi Yang Ditingkatkan.

Hasilnya, selama 2019 jajaran Polda Metro menangkap 243 orang yang diduga preman dan pelaku kriminal, 4 diantaranya ditembak karena melawan atau mencoba kabur saat akan ditangkap.

"Situasi yang aman dan kondusif ini akhirnya memberikan dampak fisik dan psikis rasa aman masyarakat, serta mendorong iklim investasi ditingkat lokal maupun nasional," tandasnya.

Penulis: Edi Suroso

Baca Juga