Kapolda Sulut Diminta Ikuti Arahan Presiden Jokowi Terkait Penembakan di PETI Bolmong

AKURATNEWS - Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta kepada jajaran Kepolisian untuk melindungi dan membantu yang lemah, utamanya kelompok masyarakat yang terpinggirkan dalam masalah hukum.

“Saya ingin titip juga lindungi dan bantu yang lemah. Yang biasanya terpinggirkan dalam hukum,” demikian peringatan yang disampaikan Presiden Jokowi dalam apel Kepala Kesatuan Wilayah (Kasatwil) Polri dan TNI di Bali, Jumat (3/12) lalu.

Melihat hal itu, Sekretaris Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Jeffrey Massie meminta Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) mengikuti arahan Presiden Jokowi menuntaskan kasus penembakan warga di area PT Bulawan Daya Lestari (BDL), Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

“Presiden Jokowi tegas mengingatkan jajaran Kepolisian agar segera menyelesaikan masalah hukum, terutama melindungi yang lemah. Untuk itu, kami minta Kapolda Sulut agar mengikuti arahan Presiden tersebut atas kasus penembakan warga di area PT BDL,” ujar Jeffrey, Sabtu (4/12).

Insiden penembakan ini terjadi pada Selasa (28/9), saat warga melakukan protes terhadap pertambangan emas tanpa izin (PETI) di lokasi PT BDL dan mengakibatkan satu warga Desa Toruakat tewas ditembak.

“Kami meminta Kapolda Sulut dapat mengungkap aktor intelektual dibalik penembakan. Jangan sampai kepercayaan publik terhadap Polri menurun akibat penanganan kasus yang menimpa masyarakat kecil seperti ini tidak di usut tuntas,” ucapnya.

Beberapa waktu lalu Polda Sulut telah menetapkan dua tersangka pelaku penembakan yaitu AP alias Bogar (39) dan SI alias Septian (44). Juga status buron kepada satu orang atas nama Kaloh Korengkeng (39) warga Desa Tambun yang masih dalam pencarian polisi.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga