Kapolres Matim Imbau Warganya di Daerah Terpapar COVID-19 Agar Tidak Mudik

Kapolres Manggarai Timur (Matim) Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) Nugroho Arie Suswanto, SH dalam acara tatap bersama Bupati Matim Andreas Agas, SH.,M.Hum. Foto: Dokumentasi Istimewa || akuratnews.com / Yohanes Marto.
Kapolres Manggarai Timur (Matim) Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) Nugroho Arie Suswanto, SH dalam acara tatap bersama Bupati Matim Andreas Agas, SH.,M.Hum. Foto: Dokumentasi Istimewa || akuratnews.com / Yohanes Marto.

Manggarai Timur, Akuratnews.com - Dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Timur (Matim) terus memberikan imbauan kepada masyarakat untuk selalu waspada.

Kapolres Matim Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Nugroho Arie Suswanto, SH bahkan mengimbau masyarakat Manggarai Timur yang saat ini sedang berada di daerah terpapar COVID-19 untuk sementara waktu tidak mudik ke kampung halamannya masing-masing.

"Dihimbau kepada masyarakat yang memiliki memiliki keluarga, anak atau saudara yang berada di rantaua yang saat ini ingin berlibur sekolah atau cuti kerja agar untuk sementara waktu jangan dulu pulang ke kampung halamannya," tegas AKBP Nugroho AS kepada akuratnews.com saat ditemui di ruang kerjanya pada hari Jumat, (3/04/2020).

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Matim AKBP Nugroho AS menyusul diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) No. 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Keputusan Presiden (Kepres) No. 11 tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat.

Sebelumnya, Polres Manggarai Timur telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat Matim terkait Maklumat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No: Mak/2/III/2020 tentang kepatutan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Untuk itu, Kapolres Matim AKBP Nugroho AS berharap agar masyarakat bisa patuh terhadap protokol kesehatan yang diterbitkan oleh pemerintah.

Selain itu, AKBP Nugroho AS menegaskan agar warga Matim yang baru pulang dari daerah terpapar COVID-19 yang tergolong ODP untuk rutin mengecek kesehatan di Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat dan tetap menjalankan isolasi mandiri di rumah Mereka masing-masing.

"Sedangkan yang suda ada diharapkan untuk dapat melaksanakan protokol kesehatan tentang wabah COVID-19 yaitu dengan melakukan pengecekan kesehatan di Puskesmas terdekat dan melakukan karantina mandiri. Para ODP itu tidak diperkenankan keluar dari rumah selama minimal 14 hari," jelasnya.

Sedangkan aktivitas perekonomian menurut masih diperbolehkan. Namun, masyarakat diminta untuk selalu waspada sambil memperhatikan jarak aman (Phisical Distanceing) dan rajin mencuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah beraktifitas.

Penulis: Yohanes Marto

Baca Juga