Demo Berpotensi Anarkis

Kapolri Perintahkan Kapolda Papua dan Papua Barat, Larang Demonstrasi

Kepala Polisi Republik Indonesia Jenderal Pol. Muhammad Tito Karnavian. (foto Istimewa)

Jakarta, Akuratnews.com - Demonstrasi yang berakhir anarkis di beberapa daeeah di Papua nyaris menyebabkan kelumpuhan. Pengrusakan dan pembakaran disertai penjarahan toko-toko memicu warga mengungsi ke luar Papua.

Merespon hal itu, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian mengeluarkan maklumat keoada Kapolda Papua dan Kapolda Papua Barat yang menyoal larangan berdemonstrasi dengan tujuan mencegah kerusuhan.

Kepada wartawan, Minggu 1 September 2019, Tito mengatakan, sudah memberikan perintah kepada Kapolda Papua dan Kapolda Papua Barat untuk mengeluarkan maklumat larangan berdemonstrasi atau unjuk rasa yang potensial anarkis.

Menurut Tito maklumat larangan demonstrasi itu dilakukan karena ada pihak-pihak yang memanfaatkan UU menyampaikan pendapat untuk melakukan kerusuhan.

Herannya, Tito memberikan contoh seperti kejadian pada aksi 21-23 Mei lalu. Menurut dia, pihak kepolisian sudah memberikan toleransi, namun ternyata disalahgunakan.

"Pada waktu setelah peristiwa 21, 22, 23 Mei Bawaslu lalu, saya larang untuk melakukan aksi unjuk rasa di Bawaslu, kenapa? Kita toleransi ternyata disalahgunakan. Ini juga sama,  ditoleransi disalahgunakan, kita tidak mau ketertiban publik menjadi taruhannya," jelas Tito di Mapolda Metro Jaya.

Tito menegaskan, telah memerintahkan anggotanya untuk mengeluarkan maklumat larangan demonstrasi di Papua dan Papua Barat sampai situasi kondusif dan dinyatakan aman.

Sebelumnya diketahui, 5 orang anggota kepolisian terkena panah saat mengatasi aksi brutal para demonstran di Deiya, Jayapura. Dalam peristiwa itu, satu orang polisi bahkan terkena panah di bagian leher dan fotonya viral di medsos. Hingga saat ini jumlah korban terluka dan yang meninggal masih simpang siur.**

Penulis:
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga