Karena Ini, Wali Kota Depok Dikritik Warga Miskin

Warga miskin bersama DKR Depok saat mengelar aksi massa soal pendidikan di Depok
Warga miskin bersama DKR Depok saat mengelar aksi massa soal pendidikan di Depok

AKURATNEWS.COM- Wali Kota Depok Mohammad Idris mendapat kritik dari warga miskin lantaran dinilai minim kepedulian pada warga miskin yang ingin beraudensi pada Senin, (26/7).

Sejumlah warga miskin juga merasa kecewa dengan figur pimpinan Kota Depok yang dinilai enggan bertemu warganya untuk beraudensi sekaligus adukan kesulitan menempuh pendidikan di sekolah negeri.

Koordinator warga miskin untuk beraudensi Roy Pangharapan menyatakan jika pihaknya sangat kecewa dan mengkritik figur pimpinan Depok yang dinilai lebih peduli dan bantu warga dari negara lain ketimbang warganya sendri di Depok.

"Wajar kami sangat kecewa. Masa hanya untuk sekedar menemui kami untuk beraudensi tidak mau. Untuk membantu warga sendiri tidak mau sedang, Palestina yang bukan kewenangannya dibantu", kata Roy, Selasa, (27/7).

Menurut Roy, tanpa alasan yang jelas pak Wali Kota Depok enggan menemui kami. "Melalui ajudannya kami malah diarahkan ke Dinas Pendidikan", jelas Roy.

Padahal, masih kata Roy yang juga sebagai Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Depok, sebelumnya kami telah berkirim surat pada Kamis, 22 Juli 2021 lalu.

"Isi suratnya prihal agenda audensi kami bersama para orangtua siswa yang kesulitan mensekolahkan anaknya", ujar Roy.

Dia mengaku akan terus mendesak Wali Kota untuk bantu warga miskin agar bisa bersekolah. Agar sebagai Wali Kota bisa menjembatani dengan pihak Provinsi Jabar.

"Jika memungkinkan kami juga akan lakukan aksi massa", tegas Roy.

Dalam perjuanganya, pasca ditolak bertemu Wali Kota Depok, Roy bersama orangtua siswa akhirnya bertemu Kepala Dinas Pendidikan Depok M Thamrin.

Pasca bertemu Kadisdik Depok, Roy bersama orangtua siswa miskin akhirnya mulai menemukan solusi bagi siswa miskin jenjang pendidikan SMP.

Dirinya juga mengaku sangat berterima kasih kepada Kadis Pendidikan Kota Depok yang telah memberikan jalan keluar bagi anak calon SMP yang belum mendapatkan sekolah

"Alhamdulillah, untuk SMP sudah ada jalan keluarnya. Tapi untuk yang SMA masih belum ada solusinya" ungkap Roy.

Untuk itu, Roy menegaskan jika pihaknya akan terus berjuang lantaran pendidikan merupakan hak konstitusional anak mendapatkan pendidikan.

Roy bersama warga miskin akan tetap mendesak Wali Kota Depok agar mau dan bisa memfasilitasi dengan pihak Provinsi Jabar.

Sebagai informasi Roy bersama warga yang juga sebagai orangtua calon siswa SMP, SMA maupun SMK di Kota Depok memperjuangkan sejumlah anak dari golongan miskin yang hingga kini masih belum mendapatkan sekolah.

Pada jenjang SMP ada sebanyak 8 anak, SMA ada 5 anak, dan SMK ada 3 anak. Mereka adalah anak anak Depok yang tinggal didepok dan orang tuanya bayar pajak pada pemerintah Kota Depok.

Penulis:

Baca Juga