Karimun Usman Minta Kader PDI Perjuangan tak Terprovokasi

Banda Aceh, Akuratnews.com - Ketua Dewan Pertimbangan PDI Perjuangan Provinsi Aceh, Karimun Usman meminta segenap kader dan simpatisan PDI Perjuangan Aceh untuk tidak bereaksi berlebihan atas aksi pembakaran bendera PDI Perjuangan pada saat aksi unjuk rasa menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di depan gedung DPR-RI beberapa waktu lalu.

Karimun Usman berharap Semua kader Partai PDI Perjuangan Aceh tetap tenang dan sabar menghadapi hujatan-hujatan yang mengatakan PDI Perjuangan sama dengan antek Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Kami dari PDI Perjuangan Aceh jelas sangat menyesali hal tersebut. Namun, kita mengimbau kepada seluruh kader PDI Perjuangan Aceh untuk tidak bereaksi berlebihan atas tindakan tersebut dan jangan mudah terprovokasi atas aksi tidak terpuji tersebut," kata Karimun Usman dalam keterangan pers, Sabtu (27/6/2020).

Ia juga mengaku geram karena partainya dituding sebagai biang kerok atas polemik RUU HIP. Karimun menambahkan bahwasanya sesuai TAP MPR XXV tahun 1966 dengan tegas melarang PKI serta ajaran Marsisme di Bumi Indonesia dan tidak dibenarkan lagi untuk berada NKRI.

"PDI Perjuangan sejak dulu sampai sekarang menganut ideologi Pancasila sebagai ideologi partai! Jadi omong kosong Kalau dituduh PDI Perjuangan ingin mencabik-cabik Pancasila" ucap Karimun.

Karimun juga membantah kalau partainya menganut paham yang sama dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Karolin menegaskan kalau tudingan tersebut sangat tidak berdasar karena PDI Perjuangan merupakan partai yang jelas-jelas menganut ideologi Pancasila.

"Itu pernyataan tidak berdasar karena dalam AD/ART, dalam gerak langkah kepartaian, kami menjunjung tinggi Pancasila dan memiliki ajaran ideologi yang jelas. Kita bertuhan sesuai dengan dasar negara dan UU yang ada. Setiap acara selalu dipimpin dengan doa, setiap kader kami, silakan dicek KTP-nya pasti ada agamanya, jadi jangan sembarangan nuduh kami PKI," katanya.

Karimun menambahkan, PDI Perjuangan dan kadernya sangat yakin dan percaya dengan ketua umum Megawati Soekarnoputri tidak akan termakan isu-isu murahan yang di lontarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Karimun menjelaskan bahwa Megawati sebagai Kader Bangsa telah dapat membuktikan kepada NKRI ketika itu Peristiwa penyerangan kantor PDI Juli 1996 (Kudatuli) Jaman orde baru, di situ jelas sosok Megawati menempuh jalur hukum.

Karimun menegaskan bahwa seluruh kader dan simpatisan PDI Perjuangan adalah orang-orang yang cinta damai dan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Bagi PDI Perjuangan, kata Karimun, Pancasila sudah final sebagai ideologi dan dasar negara.

Oleh karenanya, meskipun berang akan tindakan pembakaran bendera tersebut, segenap kader PDI Perjuangan dipastikannya tidak akan bereaksi berlebihan, terlebih pada aksi yang mengarah pada tindakan anarkistis. "Dengan peristiwa pembakaran bendera, PDI Perjuangan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib," ujar dia.

Karimun juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada pihak keamanan khususnya Kapolda Aceh yang Telah memproses beberapa laporan kader PDI Perjuangan terhadap tuduhan- tuduhan yang tak bertanggung jawab.

Karimun Meminta Semua Kader PDI Perjuangan mulai tingkat provinsi sampai tingkat anak ranting partai, harus selalu bersama rakyat, ulama, dan tokoh-tokoh Masyarakat Aceh.

Penulis: Heri
Editor:Redaksi

Baca Juga