Opini

Karut Marut Negeri Entaskan dengan Perubahan Hakiki

Nur Rahmawati, S.H. Praktisi Pendidikan
Nur Rahmawati, S.H. Praktisi Pendidikan

Akuratnews.com - Dunia kini dilanda krisis moral, terutama banyaknya penghinaan yang dilontarkan untuk Islam dan umatnya oleh sejumlah oknum dunia bahkan petinggi negara. Sebagai contoh baru-baru ini penghinaan yang dilakukan oleh presiden Perancis Emmanuel Macron.

Dilansir dari laman berita Republika.co.id, Pada 2 Oktober, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyampaikan pidato untuk menyampaikan strateginya dalam memerangi separatisme. Dia jelas menargetkan dan menstigmatisasi komunitas Muslim. Dia mengatakan "Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis hari ini, di seluruh dunia". (4/11).

Penghinaan yang bertubi-tubi dirasakan oleh umat Islam, adalah indikasi bahwa umat Islam membutuhkan perubahan tegaknya sistem Islam. Tentunya ini dapat dilakukan dengan membangun kesadaran kepada kaum muslim dunia. Dengan adanya persatuan sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw, maka kewibawaan muslim akan kembali.

Selain itu, menyadari bahwa bagi muslim perubahan ini bukan hanya kebutuhan, namun juga kewajiban syar'i. Mengingat, karut marutnya kondisi dalam dan luar negeri sudah cukup menjadikan pelajaran untuk kita bangkit. Tengok saja yang terjadi di negeri kita, krisis ekonomi yang terus berulang, kegagalan atasi pandemi, dan beragam mudharat yang dihadapi Islam dan umat Islam. Ini semua menuntun pada perlunya perubahan yang mendasar atau hakiki yaitu dengan mengganti sistem demokrasi dengan sistem yang memuliakan yaitu Islam.

Kenapa perubahan tidak bisa diwujudkan melalui mekanisme demokrasi? Kita ambil contoh dari kasus UU Cipta kerja, semestinya belajar bahwa bahaya sistem sekuler demokrasi ini tidak bisa dihindari atau dihentikan kecuali dengan perubahan sistem ke arah Islam. Inilah fakta yang terjadi, kekuasaan yang kini ditunjukkan, mendapatkan payung hukum yang mereka buat sendiri, sehingga ketidakberdayaan masyarakat untuk menentangnya. Banyaknya demonstrasi yang dilakukan pun tak mampu menghentikan UU yang dianggap hanya berpihak pada pengusaha dan korporasi, dan menzalimi rakyat.

Kemudian di bidang politik, sistem demokrasi pun makin memampangkan wajah buruknya. Perselingkuhan antara penguasa dan pengusaha makin telanjang, mencuatnya ke permukaan Kasus-kasus korupsi berjamaah. Intrik politik, termasuk politik adu domba dan pencitraan begitu kental terasa. Terlebih tahun 2019 dan 2020 adalah tahun politik. Ini semua sebab demokrasi yang terus mencengkram kedamaian dan memustahilkan tercapainya kesejahteraan bagi rakyat.

Oleh karenanya, perubahan sistem bukan hanya kebutuhan bagi muslim, ini adalah kafarduan yang menghantar pada kemuliaan. Sistem Islam yang berlandaskan syariat Islam dalam pelaksanaannya, mampu terbukti mensejahterakan rakyat sebagaimana pernah berjaya 2/3 dunia dengan kekuasaan selama 13 abad lamanya.

Maka, ideologi Islamlah kunci utama kebangkitan Islam. Sebagaimana firman Allah SWT :

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raf: 96).

Peringatan tersebut, harusnya menjadikan kita sadar bahwa keadaan negeri ini dan dunia sudah cukup untuk dijadikan pelajaran. Solusi yang dapat diambil dengan menerapkan Islam secara total yang berujung pada penerapan institusi khilafah yang landasannya adalah syariat Islam.

Khilafah adalah kepemimpinan umum kaum Muslimin yang akan menerapkan syariat Islam dan mengemban dakwah ke seluruh alam. Yang secara empirik menaungi muslim maupun nonmuslim. Kepastian jaminan hukum dan sistem yang datangnya dari Allah SWT tersebut tanpa cacat dan cela. Di mana kita tahu bersama bahwa khilafah di masa-masa kejayaannya banyak mengentaskan kemiskinan, menyelesaikan persoalan ekonomi, politik dan lainnya. Kewibawaannya pun tak dapat dipungkiri, siapapun yang berhadapan dengannya akan ciut nyalinya.

Perubahan hakiki ini, dapat terlaksana dengan dakwah fikriyah dan Jamaiyyah yaitu adanya penyadaran umat melalui proses berpikir yang mendalam dan mengkristal, tentang konstruksi hukum-hukum Islam sebagai solusi kehidupan. Sebagaimana dulu, dakwah fikriyah yang dilakukan Rasulullah Saw bersama para sahabatnya juga berbuah sama. Yakni tumbangnya sistem kufur jahiliyah dan tegaknya sistem politik Islam di Madinah al-Munawwarah yang dipenuhi dengan keberkahan. Wallahu a’lam bi ash-shawwab.

Baca Juga