Karya Jurnalis Foto Nick Ut, ‘The Terror Of War: 1972’, Akhiri Perang di Vietnam

Foto 'The Terror of War Napalm Girl: 1972' karya Jurnalis fotografi Amerika Serikat, Nich Ut. || Dok. The Guardian

Foto 'The Terror of War Napalm Girl: 1972' karya Jurnalis fotografi Amerika Serikat, Nich Ut. Karya tersebut menjadi salah satu foto terbaik versi majalah Times. Foto itu menggambarkan dampak ketakutan yang ditimbulkan akibat perang Vietnam pada tahun 1972, terutama kepada anak-anak.

AKURATNEWS - Sejak berkembangnya teknologi kamera, seni fotografi telah menghasilkan jutaan karya foto terbaik sepanjang masa. Tahun 2015, majalah Times mengkurasi jutaan foto yang ada dan kemudian membuat daftar 100 foto terbaik dan paling berpengaruh sepanjang sejarah.

Tim penyeleksi jutaan foto tersebut terdiri dari para kurator, sejarawan, penyunting foto, termasuk fotografer ternama seluruh dunia. Para penyunting foto dalam tim ini mengaku, “tak ada formula khusus untuk membuat sebuah foto ikonik”.

Sebagian karya fotografi masuk ke dalam daftar foto terbaik karena menjadi karya pertama dalam sejarah dan sebagian foto itu telah mempengaruhi cara berpikir manusia. Bahkan ada sebagian kecil karya foto tersebut telah mengubah bagaimana manusia hidup.

Foto 'The Terror of War Napalm Girl: 1972' karya Jurnalis fotografi Amerika Serikat, Nich Ut. Karya tersebut menjadi salah satu foto terbaik versi majalah Times. Foto itu menggambarkan dampak ketakutan yang ditimbulkan akibat perang Vietnam pada tahun 1972, terutama kepada anak-anak.

Disebutkan bahwa karya fotografer Nick Ut telah mengubah kecamuk perang Vietnam dan merupakan salah satu yang terpenting dalam sejarah fotografi. 'The Terror of War' atau biasa juga dikenal sebagai 'Napalm Girl' adalah pemenang Hadiah Pulitzer yang diambil oleh jurnalis foto Nick Ut, fotografer Vietnam-Amerika.

Nick Ut saat itu bekerja untuk Associated Press (AP), yang dueluti sejak tahun 1966 hingga berkecamuknya perang Vietnam pada tahun 1972.

Dalam laporan majalah Times berjudul, about photography, foto itu diabadikan oleh Nich menggunakan Lensa M2 pada film kodak 400 tri-x. Dijelaskan bahwa hanya versi 400 dan 200 itulah jenis kodak tersedia di Vietnam pada saat itu. Sampai saat ini, kamera masih ada dan disimpan di museum Washington DC.

Menjadi Juru Foto Perang Napalm di Vietnam.

Pada tanggal 7 Juni, Nich Ut mendengar tentang pertempuran di Trang Bang antara Vietnam Selatan dan Vietnam Utara. Saat Ia memotret para pengungsi dan pesawat yang menjatuhkan bom. Sejumlah warga sipil terjebak di antara barisan tempur para tentara Vietnam Utara vs Vietnam Selatan yang sama-sama ingin menguasai wilayah desa dan mempertahankannya.

Salah satu pesawat tempur menjatuhkan bom di Napalm menargetkan para tentara Vietnam Utara. Namun, bom itu mengenai Trang Bang dan warga sipil. Kim Phuc dan penduduk desa bersembunyi di salah satu kuil desa. Situasi kian mencekam ketika bom meledak di mana-mana. Warga sipil berlarian keluar dari kuil karena mereka pikir itu juga akan menjadi sasaran.

Tiba-tiba pesawat lain menjatuhkan bom Napalm. Orang-orang berlarian keluar dari lokasi yang terkena bom. Tampak wanita menggendong anak-anak mereka yang terbakar.

Detik-detik itulah Nick melihat anak-anak ketakutan, di antaranya ada seorang gadis 9 tahun, Phan Th Kim Phac, tengah berlari telanjang sambil menangis karena takut. Ia melihat kulit gadis itu melepuh dan hangus akibat terpanggang api.

Sang juru foto perang itu lalu meletakkan kameranya dan mengambil air untuk gadis itu, kemudian membawanya ke mobilnya menuju rumah sakit bersama anak-anak lainnya. Di sana Nich menemukan bahwa gadis Napalm itu mungkin tidak dapat bertahan hidup karena menderita luka bakar yang mengenai sekujur tubuhnya.

Fotografer baik hati itu berusaha untuk membantu memindahkannya sang gadis Napalm ke rumah sakit Amerika, di mana mereka dapat menyelamatkan hidupnya.

Foto Napalm Girl Ditolak oleh Editor AP

Saat Nick mengirimkan foto gadis Napalm ke kantor AP, foto tersebut sempat ditolak mentah-mentah karena aturan untuk mempublikasikan ketelanjangan sangat ketat. Pada akhirnya editor setuju bahwa nilai gambar dan berita lebih tinggi daripada keberatan tentang ketelanjangan. Ironisnya, Facebook menyensor foto itu pada 2016.

CEO Facebook, Mark Zuckerberg dituduh menyalahgunakan kekuasaan dan setelah kritik luas dari organisasi berita serta pakar media di dunia, Facebook mengalah dan mengizinkan foto itu dipublikasikan.

Presiden AS Richard Nixon Meragukan Keaslian foto Gadis Napalm

Sama seperti foto terkenal lainnya, karya fotografer perang Napalm di Vietnam, Nich Ut itu juga sedikit kontroversial. Awalnya beberapa orang, termasuk Presiden Amerika Serikat ke-36, Richard Milhous Nixon justru meragukan keaslian foto tersebut.

Namun, Ut mengatakan, "Gambar itu bagi saya, dan tidak diragukan lagi bagi banyak orang lain, tidak mungkin lebih nyata. Foto itu seotentik perang Vietnam itu sendiri,” jelas Nich Ut saat diwawancarai Petapixel, salah satu media fotografi di AS.

Namun Presiden AS Nixon tetap menuduh bahwa foto itu palsu. Menurut Nixon, foto gadis Napalm sengaja direkayasa. Ia juga menduga, ada kemungkinan Napalm Girl atau Gadis Napalm terkena minyak goreng panas. Dugaan Nixon itu disampaikannya karena Ia meyakini bahwa tidak ada warga Napalm yang selamat dari bom Napalm.

Foto itu juga awalnya diterbitkan dipotong sehingga versi pertama diterbitkan tanpa tentara itu memutar ulang filmnya. Nick Ut mengatakan dalam wawancara Petapixel bahwa di dalam foto itu terlihat beberapa tentara perang Vietnam dan juga seorang fotografer lainnya, yaitu David Burnett.

Saat warga sipil lari berhamburan karena takut terpanggang api, pada waktu yang sama para fotografer dan juru kamera TV mulai mengambil gambar. Juru foto David Burnett juga terlihat dalam foto Napalm Girl. Burnett kehabisan film foto, berusaha mati-matian untuk memindahkannya.

Nick berkata, “Saya ingin menghentikan perang ini. Aku benci perang. Kakak saya mengatakan, "Saya harap suatu hari Anda memiliki gambar untuk menghentikan perang". Pada tanggal 8 Juni 1972 Nick Ut mengambil gambar seperti itu, sebuah foto yang menghentikan perang. Foto tersebut tercatat sebagai foto paling berkesan pada abad ke-20.

Dia pindah dari Vietnam ketika Saigon jatuh dan akhirnya menetap di Los Angeles. Dia menghabiskan lebih dari 50 tahun sebagai jurnalis foto, memotret peristiwa terkenal, politik dan selebriti. Namun, fotonya yang paling terkenal sebenarnya diambil pada awal karirnya dan menurut saya memiliki dampak terbesar.

Ut memenangkan World Press Photo dan Pulitzer Prize untuk gambar tersebut pada tahun 1973. Pada 2012 ia dilantik oleh Leica Hall of Fame atas kontribusinya pada foto jurnalistik. Kim Phuc selamat, dan dia dan Nick Ut bertemu lagi setelah konflik Vietnam. Ut mengatakan dia sangat senang ketika dia melihat gambar itu karena itu mengubah perang.***

Penulis:
Sumber: The Guardian

Baca Juga