oleh

Karya Nyata Untuk BUMN Indonesia, Legacy Untuk Bangsa dan Negara Tercinta

Opini, Akuratnews.com – Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BUMN PT Bukit Asam Tbk, hari Jum’at, tanggal 28 Desember 2018, Saya mengakhiri tugas di BUMN PT Bukit Asam Tbk sebagai Komisaris Independen merangkap Ketua Komite Audit.

Insya Allah dan Alhamdullilah Saya sudah berupaya memberikan yang terbaik dan karya nyata (legacy) dalam sejarah pembinaan seluruh BUMN di Indonesia khususnya di BUMN PT Bukit Asam Tbk.

Salah satu karya nyata (legacy) Saya kepada seluruh BUMN di Indonesia, tentunya menjadi catatan sejarah untuk pengawasan dan pembinaan seluruh BUMN milik bangsa dan negara Kita, yakni strategi terobosan memasukkan pengawasan yang ketat kepada seluruh anak dan cucu perusahaan BUMN Kita yang sekian lama mencatat akumulasi kerugian dan tinta merah, mengubahnya menjadi tinta biru, dengan memasukkan kriteria kinerja operasi dan kinerja keuangan seluruh anak dan cucu perusahaan BUMN kedalam Key Performance Indicator (KPI) dari Direksi dan Dewan Komisaris BUMN.

Karena dalam kurun waktu sekian lama sejak bangsa Kita merdeka, 90 persen dari keseluruhan anak dan cucu perusahaan BUMN Kita mencatat tinta merah dan akumulasi kerugian sehingga secara otomatis menggerus dan menggerogoti keuntungan dan konsolidasi keuangan Holding BUMN (Induk BUMN) yang memayunginya.

Ide dan strategi terobosan ini Saya gulirkan setelah mendengar paparan para Deputi Menteri dari Kementerian BUMN kepada seluruh Dewan Komisaris dan Dirut BUMN di Hotel Novotel Bogor, tidak lama setelah Saya mendapat amanah menjadi Komisaris Independen merangkap Ketua Komite Audit BUMN PT Bukit Asam Tbk.

Adapun paparan para Deputi Menteri BUMN pada saat itu adalah, adanya fenomena yang unik dimana 90 (sembilanpuluh) persen anak dan cucu perusahaan BUMN Kita yang total 100 persen kepemilikan sahamnya dimiliki oleh BUMN ternyata sekian lama terus mencatat akumulasi kerugian dengan tinta merah, sedangkan sisanya hanya 10 (sepuluh) persen anak dan cucu perusahaan BUMN yang kepemilikannya bermitra dengan pihak ketiga lainnya yang berhasil mencatat keuntungan dengan tinta biru.

Hal ini telah berlangsung sedemikian lama, menjadi pesan serta catatan penugasan dari Kementerian BUMN kepada seluruh Dewan Komisaris dan Dirut BUMN.

Malamnya setelah rapat kerja dengan Kementerian BUMN di Hotel Novotel Bogor, Saya merenung dan mencari tahu bagaimana dan mengapa bisa terjadi fenomena unik tersebut. Alhamdullilah sejak kecil Saya selalu diberikan karunia dari Tuhan Yang Maha Kuasa pemikiran dan ide kreatif.

Keesokan harinya Saya sudah mendapatkan ide terobosan dan strategi solusi untuk mengatasinya. Segera Saya gulirkan dalam rapat internal di jajaran Dewan Komisaris BUMN PT Bukit Asam Tbk, baru kemudian Saya perjuangkan dalam rapat gabungan Dewan Komisaris dan Direksi BUMN PT Bukit Asam Tbk.

Tentunya tidak mudah karena ada kekhawatiran dari jajaran Dewan Komisaris maupun Direksi, memasukkan aspek atau kriteria kinerja operasi dan kinerja keuangan seluruh anak dan cucu perusahaan BUMN menjadi salah satu kriteria penilaian terhadap kinerja dan performansi dari Dewan Komisaris dan Direksi yaitu “Key Performance Indicator (KPI)”, akan mempengaruhi karir serta tentunya pendapatan Tantiem tahunan yang diterima Direksi dan Dewan Komisaris, yang ditentukan berdasarkan keuntungan tahunan serta skor KPI dari jajaran Direksi dan Dewan Komisaris.

Alhamdulilah pada akhirnya seluruh jajaran Dewan Komisaris dan Direksi BUMN PT Bukit Asam Tbk bisa menerima dan mencatat sejarah menjadi BUMN pertama yang memasukkan kriteria kinerja operasi dan kinerja keuangan seluruh anak dan cucu perusahaan menjadi salah satu kriteria KPI Dekom dan Direksi.

Yang patut disyukuri adalah tidak lama setelahnya, satu persatu anak dan cucu perusahaan BUMN PT Bukit Asam Tbk yang telah sekian lama mencatat kerugian dengan tinta merah, mulai mencatat kinerja positif dan memberi keuntungan kepada Holdingnya PT Bukit Asam Tbk.

Semuanya berkat kerja keras seluruh Direksi dan Dewan Komisaris yang ‘menggulung lengan baju dan turun gunung’, tidak lagi hanya mengandalkan para Direksi dan Dekom dari masing-masing anak dan cucu perusahaan, tapi semuanya ikut berperan aktif membantu, memberikan saran dan solusi kepada jajaran Direksi dan manajemen anak dan cucu perusahaan.

Sejak itu, rapat rutin bulanan Dekom dengan Direksi yang sekian lama hanya membahas kinerja operasi dan kinerja keuangan Holding BUMN PT Bukit Asam Tbk, juga membahas secara lengkap seluruh kinerja operasi dan kinerja keuangan anak dan cucu perusahaan dibawah naungan BUMN PT Bukit Asam Tbk.

Kemudian kemarin, Saya sampaikan dan ingatkan kembali dalam RUPSLB tgl 28 Desember 2018 kepada Deputi Menteri BUMN Bapak Harry Fajar Sampurno dan Pejabat Kementerian BUMN yang hadir, jajaran Dekom dan Direksi Holding Industri Pertambangan (HIP) Inalum, jajaran Dekom dan Direksi PT Bukit Asam Tbk serta seluruh pemegang saham BUMN PT Bukit Asam Tbk untuk menjadi catatan dan perhatian kedepan, demi masa depan bangsa dan negara Kita tercinta khususnya masa depan seluruh BUMN di Indonesia.

Jayalah bangsa dan negaraku, Indonesia tercinta.

Catatan ini Saya tulis dan posting dalam penerbangan Qatar Airlines dari Doha, Qatar menuju New York, USA dengan fasilitas wifi internet berbayar yang disediakan oleh Qatar Airlines.

Penulis Oleh : Johan O Silalahi

Loading...

Komentar

News Feed