Karyawan Perusahaan Sumber Gas Pratama di Sinjai Tak Terdaftar Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sinjai, Ghazali. /Ashari/AKURATNEWS.

AKURATNEWS - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan mengaku telah mendatangi kantor SPPBE PT Sumber Gas Pratama yang berada di Kecamatan Sinjai Selatan.

Mereka menemui manajemen setempat dan mengingatkan pihak perusahaan gas itu, untuk segera mendaftarkan seluruh karyawannya sebagai peserta ketenagakerjaan.

"Ada 23 orang karyawan SPPBE PT Sumber Gas Pratama di Sinjai Selatan tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Itu yang kami ingatkan ke mereka," kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sinjai, Ghazali, Kamis (9/9/2021).

Ghazali menegaskan, perusahaan distributor gas tersebut tidak mengikuti UU No 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Yang menyebutkan setiap pekerja berhak atas jaminan sosial.

Undang-undang tersebut juga diperkuat dengan Peraturan Bupati No 40 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

"Saat ini, kami baru beri penyampaian agar seluruh karyawannya di Sinjai Selatan dapat didaftar sebagai BPJS Ketenagakerjaan. Namun jika hingga bulan depan belum, maka akan dikeluarkan surat peringatan pertama," ungkap Ghazali.

Bulan selanjutnya masih abai, kata Ghazali, maka pihaknya akan mengeluarkan surat peringatan kedua. Sampai peringatan kedua pada bulan berikutnya masih mengabaikan, maka proses itu menjadi dasar BPJS Ketenagakerjaan untuk pelaporan ke pihak dinas perizinan, dan Kejaksaan Negeri Sinjai.

Selain pihaknya, UPTD Pengawas Ketenagakerjaan Wilayah Sulawesi Selatan, dan Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Sinjai juga turun bersamanya ke kantor SPPBE itu.

Mereka menemui Manajer SPPBE PT Sumber Gas Pratama bernama Rudi. Ia berjanji segera memenuhi persyaratan sebagaimana yang diperintahkan UU No 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Dikabarkan sebelumnya, karyawan di perusahaan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT Sumber Gas Pratama di Kecamatan Sinjai Selatan meminta kejelasan pihak manajemen terhadap gaji dibawah standar UMP.

Bahkan para karyawan ini sempat melakukan aksi mogok kerja karena gaji mereka dinilai tidak utuh diterima sejak mereka bekerja.

Mereka memprotes pihak manajemen karena dinilai pembayaran gaji tidak transparan."Kami minta transparansi pembayaran gaji kepada manajemen, makanya kami mogok kerja," kata salah satu karyawan sebagai Security, Rahmat Hidayat.

Mereka mempertanyakan daftar slip gaji yang telah ditandatangani oleh karyawan. Dalam slip gaji itu ada dua lembar yang disodorkan kepada karyawan.

Daftar slip gaji yang pertama disodorkan oleh manajemen yakni Rp3,1 juta per orang dan daftar slip gaji selanjutnya sebesar Rp1,25 juta. Namun yang karyawan terima dari perusahaan distributor gas tersebut hanya Rp1,25 juta per karyawan. ***

Penulis: Ashari

Baca Juga