Karyawan PT.Wasco Minta Pesangon Dibayarkan Sesuai Aturan Undang-Undang

Kadisnakertran Barito Timur Darius Adrian saat berbincang dengan karyawan PT.Wasco
Kadisnakertran Barito Timur Darius Adrian saat berbincang dengan karyawan PT.Wasco

Tamiang Layang, Akuratnews.com -  PT. Widya Sapta Contractor (Wasco) yang bergerak di bidang konstruksi jalan yang merupakan kontraktor jalan perusahaan tambang batubara PT.Adaro Indonesia, diadukan puluhan karyawannya dengan mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) kabupaten Barito Timur (Bartim) provinsi Kalimantan Tengah, untuk menyampaikan permohonan pencatatan Perselisihan Hubungan Industrial (PHI), karena diduga dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak oleh perusahaan dan diberikan pesangon tidak sesuai aturan.

Perwakilan karyawan PT. Wasco, Juni Asmadi usai menyerahkan permohonan PHI menjelaskan, pertama pihaknya tidak puas dan tidak terima karena di PHK secara sepihak oleh PT. Wasco, tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu", ucapnya kepada Akuratnews.com, pada selasa (15/9/3020).

"Kedua masalah pesangonnya, sesulit apapun kesulitan perusahaan kita paham, namun pesangon untuk karyawan tetap harus ada dan nilainya tidak semau mereka, namun harus sesuai dengan Undang - Undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan pihaknya sudah melakukan perundingan dengan pihak perusahaan, mengenai besaran uang pesangon.

"Kemaren kami sudah melakukan perundingan dengan pihak perusahaan, kami tanyakan kenapa angka uang pesangon dari perusahaan tidak ada rinciannya sama sekali, tanggal awal masuk kerja karyawan juga tidak, yang ada hanya keterangan masa berakhirnya saja", jelasnya.

Dikatakan Juni, Harusnya ada minimal ada tiga rincian, pertama pesangon, kedua Penghargaan Masa Kerja (PMK) dan uang penghargaan jasa, rincian itu tidak ada sama sekali. Jawaban perusahaan "Kalau kalian tidak puas silahkan ke Disnaker, kalau Disnaker memanggil, kami siap datang", ucapnya menirukan kalimat yang disampaikan perwakilan PT. Wasco.

Pihaknya berterima kasih karena permohonan mereka telah diterima pihak Disnakertran Bartim, harapan kami tidak muluk - muluk, kami minta uang pesangon kami dibayarkan sesuai aturan perundang - undangan", harapnya.

Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja seluruh Indonesia(DPC FSP-KEP SPSI) Bartim, Rama Yudi yang mendampingi karyawan PT. Wasco menyerahkan permohonan PHI mengatakan "Permohonan PHI dari 38 orang karyawan sudah jelas dan disampaikan kepada pihak Disnakertran Bartim", ujarnya.

Dilanjutkan Rama, PT. Wasco dalam hal ini juga mempunyai kesalahan dengan kita, diantaranya yang dilakukan PT. Wasco termasuk PHK masal, dalam undang - undang, perusahaan dalam melakukan PHK massal wajib mendapat izin sesuai aturan.

Perusahaan hanya dapat melakukan PHK kepada pekerja setelah memperoleh penetapan dari Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (LPPHI), Jika perusahaan melakukan PHK massal tanpa memperoleh penetapan dari LPPHI, maka PHK massal batal demi hukum (Pasal 155 ayat (1) UU Ketenagakerjaan).

"Perusahaan tidak bisa melakukan PHK massal semaunya, sesuai pasal 158 ayat (1) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan mengatur tentang PHK", bebernya.

Dirinya juga berterima kasih kepada Disnakertran Bartim, karena permohonan mereka telah diterima, untuk kedepannya kita akan menyiapkan laporan kronologis serta berkas yang lain untuk persiapan mediasi Tripartit kedepannya, kata Rama.

Sementara itu Manager Operasional PT.Wasco Popo Iskandar menyampaikan, " Memang betul kami sedang nenjalani proses itu (Tripartit) dan kami menunggu informasi dari Disnaker setempat untuk langkah selanjutnya, jadi jika kami diminta datang ke kantor atau tempatnya di kami, kami menunggu instruksi saja", jelas Popo via telepon seluler.

Terkait pemutusan hubungan kerja secara sepihak, tidak benar seperti itu, tidak sepihak, karena kami memberikan pemberitahuan lewat surat dan secara lisan serta tatap muka juga, kalau dikatakan secara sepihak itu tidak benar", tutupnya.

Baca Juga