Kasus ACT Harus Jadi Refleksi Lembaga Filantropi

AKURATNEWS - Dugaan penyelewengan penggunaan dana masyarakat oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) juga ditanggapi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Sebagai lembaga pengelola zakat dan dana umat, BAZNAS ikut prihatin atas munculnya pemberitaan ini.

"Iya, kita prihatin. Pertama kita prihatin dengan munculnya pemberitaan ini dan ini menjadi refleksi bagi lembaga filantropi lainnya, termasuk semua yang terimbas hal ini," ujar Pimpinan BAZNAS, Saidah Sakwan di Jakarta, Senin (4/7).

Ia pun setuju jika akuntabilitas lembaga filantropi tak bisa bisa ditawar lagi.

Dijelaskannya, tata kelola zakat di BAZNAS diawasi dan diperiksa oleh tiga pihak. Pertama, Kantor Audit Publik (KAP), kedua Irjen Kementerian Agama dan ketiga audit ISO.

"Jadi kami punya tiga ISO yang setiap tahunnya tuh diaudit. Jadi semua lini kami diaudit. Itu bagian dari mitigasi dan akuntabilitas karena mengelola dana publik itu godaannya juga tidak sedikit. Makanya perlu mitigasi, perlu SOP, perlu manajemen akuntabilitas cukup ketat. Supaya apa, supaya kami bisa mengelola dana secara akuntabel, supaya amanat yang dititipkan donatur bisa kami kelola secara baik," ujar Saidah.

Saidah melihat, timbulnya isu ini menjadi tantangan bagi lembaga filantropi seperti BAZNAS untuk lebih meraih kepercayaan publik.

"Ini pasti akan menjadi tantangan berat buat kami. Kenapa? para pengelola dana filantropi dan zakat tantangannya ada pada kredibilitas. Ketika kredibilitas turun yang dirugikan itu bukan lembaga filantropi saja, sesungguhnya yang dirugikan adalah mustahik, maka organisasi pengelola zakat itu betul-betul harus menjaga kredibilitasnya karena di belakang kita itu bukan kita sendiri, tetapi ada harapan-harapan mustahik," imbuhnya.

BAZNAS sendiri saat ini tidak memiliki kerjasama dengan ACT. Namun ada sebuah program ACT yang masih dikaji ulang oleh BAZNAS.

"Nggak ada (program), cuma kita hari ini sedang melakukan registrasi ulang terhadap program Global Zakat yang hari ini belum clean karena kita melihat indikasi ada mismanagement," ujar Saidah.

Saidah pun berharap, para donatur bisa memilih mitra atau organisasi yang mengelola filantropi yang kredibel.

"Kredibel itu bisa dilihat dari jejaknya," pungkasnya.

Untuk diketahui, kasus ini menjadi polemik usai Majalah Tempo merilis liputan investigasi terkait dugaan penyelewengan dana di ACT. Jagad media sosial (medsos) pun viral dengan tagar-tagar 'aksi cepat tilep' dan 'jangan percaya ACT'.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga