Kasus Kekerasan Pada Jurnalis Segera Dilaporkan ke Bareskrim

Jakarta, Akuratnews.com - Kekerasan terhadap jurnalis saat aksi demonstrasi di Gedung DPR/MPR RI berujung pada pelaporan ke Polda Metro Jaya. Laporan itu sebagai tindak lanjut menuntut keadilan agar para pelaku kekerasan dapat dihukum.

"Kami dari Aliasi Jurnalis Indonesia Jakarta dan tim kuasa hukum LBH pers mendampingi empat kawan jurnalis untuk melaporkan kasus kekerasan dan penghalang-halangan peliputan demo pada 24, 25 dan 30 (September) di Gedung DPR," ujar Ketua Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, Erick Tanjung di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (4/10).

Erick mengatakan, hingga saat ini pihaknya baru berhasil mendapatkan dua surat laporan, masing-masing atas nama Nibras Nada Nailufar dari Kompas.com dan Tri Kurnia reporter Katadata.

"Reporter Katadata mengalami penganiayaan oleh oknum aparat kepolisian waktu meliput demo tanggal 24 di DPR. Tri menderita memar pada bagian pelipis dan kepala bagian atas karena pukulan," ujarnya.

Sedangkan kasus Nibras, kata dia, lebih condong kepada penghalang-halangan dalam tugas jurnalistik.

"Kasus yang dialami oleh jurnalis Kompas.com ini lebih kepada penghang-halangan aktivitas jurnalistik, dimana Undang-undang pers Pasal 18 ayat 1 bahwa ada tindak pidana bagi yang menghalangi kerja jurnalistik," terang Erick.

Sementara itu, Ketua LBH Pers, Ade Wahyudi menuturkan, untuk dua reporter lainnya Haris dari Tirto dan Vany dari Narasi akan tetap diperjuangkan.

"Itu kita rencana melaporkan langsung ke Bareskrim. Tanggalnya masih kita diskusikan, yang pasti seperti kasus teman Tirto itu kasus yang cukup lumayan parah. Selain itu buktinya juga banyak. Ada saksi, foto, video, dan rekaman. Kasus ini ingin kita naikkan ke Bareskrim," kata Ade.

Penulis: Rianz
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga