Kasus Korupsi SMPN 2 Ketapang, Mantan Kadisdik Sampang Akui Tandatangani Semuanya

Saksi saat disumpah dalam persidangan. (Foto Samsul Arifin/Akuratnews.com)

Sidoarjo, Akuratnews.com - Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pembangunan Ruang Kelas Baru (RBK) SMP Negeri 2 Ketapang Sampang Madura, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sampang menghadirkan empat orang saksi terdiri dari, mantan Kadisdik Kab Sampang Jupri Riyadi selaku (PPK), Kasi Saspras Rojiun sebagai (PPTK), PNS Puji Astuti (Bendahara), dan PNS Nurul Fadillah (Bendahara PPK).

Sidang yang digelar di ruang Candra Pengadilan Tipikor Surabaya, dengan Hakim Ketua Hisbullah Idris berlangsung sekitar kurang dari satu jam. Setelah proses  pengambilan sumpah terhadap para saksi, selanjutnya majelis hakim mempertanyakan peran dan apa yang diketahui oleh saksi.

"Saya saat itu sebagai pejabat pembuat komitmen yang menandatangi semuanya. Ada tiga termin, setelah dilengkapi dengan dokumen-dokumen, salah satunya ada progres record laporan kegiatan yang dibuat dan ditandantangani oleh konsultan pengawasan, kemudian setelah melalui proses, anggaran dikucurkan dari Badan Pedapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Pemkab Sampang ke rekanan CV Amor Palapa." terang, Jupri Riyadi, mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pemkab Sampang dalam persidangan, Selasa (10/9/2019).

Sementara Jaksa Penuntut Umum Kejari Sampang, Muhammad Hasan pada saksi Puji Astuti menanyakan dokumen apa saja yang perlu dilampirkan sehingga saksi, selaku Bendahara membuat Surat Perintah Pembayaran (SPP)?

Saksi menjawab (dokumen yang perlu dilampirkan) yakni permohonan pembayaran dari pelaksana (rekanan) CV Amora Palapa.

"Permohonan pembayaran dari pelaksana, siapa yang menandatangani?," Kejar jaksa Muhammad Hasan.

Saksi menjawab, yang menanda tangani (adalah) Konsultannya CV Amora.

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum Munarwi ditemui usai persidangan menyampaikan, dalam kasus ini penyidik sudah melakukan penahanan terhadap tersangka Mastur Kiranda dan Noriman selaku pelaksana lapangan.

"Kemarin penyidik melakukan penahanan terhadap tersangka (Mastur)," tutur, Munarwi.

Sekedar diketahui, kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 2 Ketapang, Sampang, Madura dengan nilai total anggaran Rp134 juta ini, bermula ketika CV Amor Palapa milik terdakwa Abd  Aziz dipinjam oleh Mastur Kiranda (tersangka) untuk kepentingan yang berkaitan dengan legitimasi memperoleh dan menjadi pelaksana proyek.

Selanjutnya Direktur CV Amor Palapa Abd Aziz diberi uang senilai Rp2,5 juta karena telah meminjamkan CV-nya, sebagaimana sudah menjadi kebiasaan di wilayah itu. Saksi Mastur Kiranda berhasil menjadi pelaksana proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SMPN 2 Ketapang berkat pinjam nama CV atau milik terdakwa.

Namun, dalam perkembangannya, saksi Mastur Kiranda tidak mengerjakan sendiri proyek tersebut melainkan masih disubkontrakkan kepada kontraktor lainnya yakni, saksi bernama Noriman.

Selanjutnya, saksi Mastur Kiranda tidak menyerahkan biaya proyek RKB SMP Negeri 2 Ketapang Sampang itu sepenuhnya, yakni Rp134 juta kepada Noriman. Ia hanya menyerahkan uang Rp70 juta. Berikutnya, saksi Noriman mengerjakan proyek RKB SMP Negeri 2 Ketapang itu, sesuai dengan anggaran yang diterimanya. Hasilnya, gedung RKB tersebut ambruk tak lama setelah dinyatakan tuntas dan selesai pembangunannya. (*)

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Hugeng Widodo

Baca Juga