Kasus Positif Covid-19 Tinggi, Wali Kota Depok Izinkan Shalat Terawih di Masjid

Wali Kota Depok Mohammad Idris

Depok, Akuratnews.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tetap izinkan shalat terawih berjamaah di tempat ibadah seperti masjid atau mushola jelang Ramadhan 1442 Hijriah.

Wali Kota Depok Mohammad Idris justru izinkan pelaksanaan shalat terawih berjamaah di masjid atau mushola dengan mengacu protokoler kesehatan Covid-19.

"Secara umum tidak ada larangan untuk melakukan shalat tarawih dan shalat Idul Fitri. Pelaksanaannya harus tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat", kata Idris saat peringatan Isra Mi'raj dan Tahrib Ramadhan di Masjid Agung Balai Kota, Rabu 7 April 2021.

Namun demikian, pihak Pemkot Depok kini tengah lakukan konsultasi kepada Gubernur Jawa Barat terkait pelaksanaan shalat terawih tersebut.

"Saat ini kami sedang konsultasikan ke Gubernur Jawa Barat (Jabar)", ujar Idris.

Menurut Idris, dalam pelaksanaan nanti, pihaknya meminta komitmen dari jemaah dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) agar warga yang beribadah mematuhi protokol kesehatan.

Termasuk, jumlah jemaah yang hadir dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas masjid maupun mushola.

"Kita juga akan memantau terkait jarak antar jemaah, dengan melibatkan para camat dan lurah untuk memberikan bimbingan dalam penerapan protokol kesehatannya," jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya sedang melakukan komunikasi dengan beberapa daerah yaitu Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabotabek).

Hal itu dilakukan agar peraturan yang diterapkan sama. "Surat Keputusan (SK) dalam waktu dekat ini akan dikeluarkan," ucap Idris.

Sementara, Pusat Informasi dan Koordinasi Informasi Covid-19 Kota Depok mencatat, angka positif Covid-19 masih tinggi.

Data persebaran kasus pasien terpapar virus corona berdasarkan data rilis, total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 43.019 kasus, dengan kasus aktif berjumlah 1.807 pasien.

Sedangkan jumlah kasus positif yang sudah dinyatakan sembuh dan telah menyelesaikan masa isolasi tercatat sebanyak 40.369 kasus.

Kemudian, pasien dinyatakan meninggal dunia mencapai 843 jiwa. Sementara itu, kasus kontak erat dan masih menjalani pemantauan berjumlah 1.315 orang.  Pasien suspek yang masih dalam masa pemantauan tercatat sebanyak 166 orang.

Penulis:

Baca Juga