Kasus Rabies Tinggi, Dinkes Sinjai Gelar Monev Pengendalian

Monitoring dan Evaluasi Program Pengendalian Penyakit Rabies Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. /Ashari/AKURATNEWS.

AKURATNEWS - Penyakit rabies merupakan suatu penyakit yang dapat menimbulkan kematian. Penyakit ini bersifat akut dan dapat menular dengan cepat melalui gigitan hewan.

Sekaitan dengan hal itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan menggelar monitoring dan evaluasi (Monev) terkait program pengendalian penyakit rabies di Aula Pertemuan Dinkes Sinjai, Senin (13/12/2021).

Movev untuk triwulan ketiga ini resmi dibuka langsung Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, dr Emmy Kartahara Malik, didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Akhriani.

Emmy mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya telah melakukan penanganan terkait rabies, yang merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus.

Dimana dalam kasusnya pada manusia, kata dia, virus rabies umumnya ditularkan oleh hewan, seperti anjing atau kucing, baik liar maupun peliharaan melalui air liur dari gigitan maupun cakaran.

Menurut Emmy, penyakit ini sering berakibat fatal, bahkan pada beberapa kasus dapat menyebabkan kematian, setelah timbul gejala klinis.

“Jadi dalam monev ini kita mau melihat sejauh mana teman-teman melakukan penanganan dilapangan dalam kasus-kasus rabies yang ada di Kabupaten Sinjai,” ungkapnya.

Terlebih kata Emmy, kasus rabies di Bumi Panrita Kitta selama tahun 2021 terbilang banyak.

“Saya melihat selama tahun 2021 ada 96 kasus dan ada 1 orang meninggal di wilayah Puskesmas Lappadata, Kecamatan Sinjai Tengah,” bebernya.

Olehnya itu, Emmy berharap kondisi tersebut tidak boleh sama sekali dianggap sepele dan harus segera mendapat penanganan medis saat gejala mulai muncul atau terasa.

“Saya kira kontak dengan hewan penyebab rabies harus kita hindari, kemudian ketika masyarakat mengalami gigitan agar segera ke tempat pelayanan sehingga tatalaksananya bisa kita lakukan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan prosedur yang ada,” ujarnya.

Selain itu, ia juga berharap kepada peserta, khususnya pengelola program rabies dimasing-masing puskesmas agar menyimak secara baik paparan materi, sehingga mereka mempunyai persiapan dilapangan bila menemukan kasus tersebut. ***

Penulis: Ashari

Baca Juga