Kecam Kesewenang-wenangan Aparat, Begini Pernyataan Sikap PRD Jawa Barat

Bentrok aparat Polres Bekasi Kota dengan para peserta aksi. (Foto Video bentrokan/dok. Akuratnews.com)

Jakarta, Akuratnews.com - Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik (KPW – PRD) Jawa Barat , mengecam keras tindakan pembubaran dan penangkapan secara sewenang-wenang yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Metro Bekasi di bawah perintah Kapolsek Indarto, pada Rabu 11 September 2019 kemarin.

Penangkapan dilakukan terhadap massa aksi yang mengatasnamakan Forum Korban Penggusuran Bekasi (FKPB) setelah upaya audensi mengalami kebuntuan.

Dalam rilisnya, KPW PRD Jawa Barat di bawah Kepemimpinan Iwan Chandra mengatakan, akibat tindakan tersebut, aparat kepolisian diduga telah membawa 10 orang yakni:
1. Yehezkiel - Mahasiswa Esa Unggul
2. Nurlis Tanjung - mahasiswa Unisma
3. Muhammad Ramadhan - AKMI
4. Aditya Septiawan - Mahasiswa UNJ. Datang sebagai wartawan yang meliput.
5. Khairin Sanggaji - FKPB
6. Ari Aprilia - FKPB
7. Subur - FKPB
8. Fuad - Mahasiswa Unisma
9. Lily Subandi - mahasiswa Esa Unggul
10. Farhan – Urindo.

Menurut, salah satu anggota FKPB, kesebelas nama diatas sekarang telah dibawa ke polres Bekasi.

"Selain penangakapan yang sewenang-wenang, tindakan represi polisi mengakibatkan luka dan memar massa aksi" ujar Iwan dalam rilis tersebut.

Massa aksi yang luka-luka, diantaranya:
1. Aldi - UBK, mengeluhkan sakit di dada karena diduga tendangan sepatu polisi.
2. Irfan - Esa Unggul, kakinya memar diduga lantaran ditendang aparat.
3. Birre - Bahu kiri dan kanan memar akibat tindakan pembubaran polisi.
4. Adam, mengaku menerima tendangan dan diduga dicekik personil polisi.
5. Bahrun, mengalami memar setelah tindakan pembubaran.

"Tidak hanya itu, tindakan polisi mengakibatkan massa aksi, beberapa warga lansia harus dievakuasi yakni, Giawa, Aji Sahati. Menurut saksi mata kedua orang tersebut harus di evakuasi setelah menerima tindak kekerasan polisi," kata Iwan.

Iwan mengatakan, dengan terjadinya tindakan kesewenang – wenangan tersebut, KPW PRD Jawa Barat mengecam dan menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Mengecam tindakan brutal Pemerintah Kota Bekasi melalui aparat (TNI/POLRI/POLPP) yang melakukan tindakan brutal terhadap Forum Korban Penggusuran Bekasi beserta solidaritas dan jurnalis,

2. Bebaskan 11 orang yang ditangkap sekarang juga tanpa syarat,

3. Mendesak Badan Pertanahan Nasional untuk melakukan pemblokiran pendaftaran sertifikat dari pihak manapun dengan surat tertulis. (*)

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Baca Juga