Kedepankan Literasi, Jangan Asal Cuap Saat Kritik Kinerja Menteri

Jakarta, Akuratnews.com - Pernyataan Relawan Jokowi Mania yang menilai kinerja Mensesneg Pratikno dan sejumlah menteri lainnya buruk dipandang terlalu berlebihan alias over dosis.

Ketua Garda Bangsa yang juga anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PKB, Tommy Kurniawan mengimbau pihak eksternal jangan sok tahu dan merasa paling paham terkait kinerja dari menteri kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Sok tahu mereka (Jokowi Mania). Nggak ada di dalam, nggak paham pemerintahan dan nggak tahu kinerja menteri, lalu menilai kerja menteri buruk. Lalu merekomendasikan Presiden untuk pemberhentian atau pemecatan Mensesneg. Mereka itu siapa dan tahu apa?,” kata pria yang akrab disapa Tomkur di Jakarta, Jumat (6/11).

Relawan Jokowi Mania disebut Tomkur hanya memandang dari sudut sempit. Dimana saat ada satu kesalahan, langsung dibesarkan-besarkan.

"Terlalu mengada-ngada. Harusnya terukur dan memiliki literasi dalam menilai kinerja para menteri. Jangan asal cuap,” sambung Tomkur.

Menurutnya, jangan juga terlalu berlebihan berusaha mengintervensi Presiden Jokowi terkait penilaian menteri-menterinya. Tomkur yakin, Jokowi bisa melihat secara jelas dan paham terkait kinerja para menterinya.

Pratikno yang telah menjadi Mensesneg sejak 2014 silam dan dipilih kembali di kabinet yang baru, dikatakannya merupakan bukti kinerja Rektor Universitas Gajah Mada ke-14 itu sangat baik dalam melaksanakan tugasnya mendukung teknis dan administrasi serta analisis pemerintahan, khususnya di bidang kesekretariatan Negara.

“Saya rasa Presiden tak perlulah mendengarkan 'fansnya' yang terlalu berlebihan. Eksternal itu kan hanya asal bicara saja. Faktanya Pak Pratikno tetap menjadi pilihan utama Presiden sebagai Mensesneg sejak 2014,” tutup Tommy.

Untuk diketahui, Ketua Umum Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer mengungkapkan pandangannya tentang menteri yang menurutnya harus segera dirombak (reshuffle).

Immanuel mengungkapkan seorang menteri berinisial P dengan akhiran O yang dinilai layak dicopot.

"Ada beberapa menteri hari ini yang membuat sedikit kegaduhan, berkaitan dengan catatan atau undang-undang omnibus law, khususnya Pak Pratikno. Ini orang yang paling layak pertama untuk segera dicopot," tegasnya dalam tayangan Apa Kabar Indonesia Malam di TvOne, Kamis (5/11).

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga