Kejari Depok Tangani Perkara Babi Ngepet, Tersangka Ditahan

Tersangka perkara babi ngepet saat di Kejari Depok, Kamis,(26/8).
Tersangka perkara babi ngepet saat di Kejari Depok, Kamis,(26/8).

AKURATNEWS.COM- Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok, Jawa Barat telah menerima perkara kasus pidana berita hoaks babi ngepet di Sawangan, Depok dari pihak Polrestro Depok pada, Kamis,(26/8).

Sebelumnya, pihak Kejari Depok telah menetapkan berkas telah lengkap atau P21 atas perkara berita hoaks babi ngepet tersebut dengan tersangka atau TSK Adam Ibrahim alias Adam bin Haji Luki.

"Hasil penyidikan berkas kasusnya (perkara hoaks babi ngepet) sudah kami nyatakan lengkap atau P21. Kami telah terima tersangka dan barang buktinya", kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok Herlangga Wisnu Murdianto Kamis,(26/8).

Dia mengatakan, pelaku disangkakan Pasal 14 ayat 1 ancaman hukumannya 10 tahun atau Pasal 14 ayat 2 ancamannya maksimal 3 tahun UU nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Selanjutnya, kata Herlangga, tersangka akan dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) sembari menunggu proses pelimpahan berkas ke Pengadilan Negeri Depok.

Pada perkara tersebut, pihak Kejari Depok telah menunjuk tiga orang jaksa sebagai JPU sesuai dengan P 16A yakni, Jaksa Muda Irvan Rinaldi, Jaksa Muda Putri Dwi Astrini dan Ajun Jaksa Alfa Dera.

“Jaksa yang ditunjuk adalah orang-orang yang profesional dan akan membuktikan fakta-fakta hasil penyidikan di persidangan nanti", jelaa Herlangga.

Terkait pelimpahan perkara berita hoaks babi ngepet itu, selain satu orang tersangka, Kejari juga terima barang bukti diantaranya, berupa sound system dan handphone yang diduga telah digunakan oleh tersangka untuk melakukan tindak pidana.

"Handphone yang diamankan juga digunakan tersangka untuk memesan babi ngepet," pukas Herlangga.

Seperti diketahui, pada kasus tersebut, pelaksanaan penahanan tersangka merupakan satu diantara 11 poin sesuai tugas kinerja tiga Jaksa Penuntut Umum sesuai surat perintah Kejari Depok nomor:PRINT 1940/M.2.20.3/Eku.2/08/2021.

Penulis:
Editor: Redaksi

Baca Juga