Kekurangan Trombosit dan Diharuskan Cuci Darah Anggota DPR RI asal Sultra Meninggal

Kendari, Akuratnews.com - Anggota DPR RI Dapil Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), asal Partai Gerindra, H.Imran,M.Si meninggal dunia pada Sabtu (28/3/2030) sekitar pukul 00: 10 Wita, di Rumah Sakit (RS) Bahteramas ,Kendari , Sultra , pada usia 68 tahun. Almarhum yang juga Ketua DPD 1 Partai Gerindra Sultra dan mantan Bupati Konawe Selatan (Konsel) dua periode ini sebelumnya dilaporkan masuk RS pada Kamis,(26/3/2020) .

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, Setelah dilakukan pemeriksaan pihak rumah sakit, Almarhum mengalami kekurangan trombosit dan perlu di lakukan cuci darah. Namun belum sempat dilakukan cuci darah,Almarhum sudah menghembuskan nafas terakhirnya.

Jenazah Imran lalu dibawa ke kediamannya oleh keluarga yang terletak di Jln Tina orima,No 28, kelurahan Anaiwoi, kecamatan Kadia, kota kendari, Sultra . Sekitar pukul 14:15 Wita, jenazah dikebumikan di pemakaman keluarga yang terletak di Kecamatan Konda,Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) yang kurang lebih berjarak 20 menit (menggunakan kendaraan) dari rumah Almarhum.

Sejumlah pejabat dan orang penting turut melayat mantan orang nomor satu di Konsel tersebut, yakni Wakil Gubernur Provinsi Sultra,Lukman Abunawas, Bupati Konsel, Surunuddin Dangga, Wakil Bupati Konsel, Arsalim,Sekda Konsel,Syarifuddin Sajang, Ketua DPRD Konsel, Irham Kalenggo, Bupati Kolaka, Ahmad Syafei dan sejumlah pejabat lainnya.

Dalam pelepasan Jenazah Almarhum , Wakil Gubernur Sultra,Lukman Abunawas mengucapkan turut berbela sungkawa atas meninggalnya Almarhum Drs H Imran,M.Si. Pada kesempatan itu, Lukman Abunawas juga menyampaikan permintaan maaf yang sedalam-dalamnya, jika almarhum semasa hidupnya melakukan kesalahan baik disengaja maupun tidak.

"Saya atas nama pemprov Sultra dan Lembaga Adat Tolaki (LAT) mengucapkan turut berduka cita atas berpulangnya saudara dan orang tua kita Almarhum Drs H Imran,M.Si . Kepada keluarga yg ditinggalkan semoga diberikan ketabaha. Terimah kasih atas kehadiran kita semua yang memberi doa dan empati,semoga Almarhum dimudahkan dan diterima oleh Allah SWT,"ungkapnya.

Almarhum lahir pada 11 Mei 1952 dan wafat pada 28 Maret 2020 diusia 68 tahun, meninggalkan 5 orang anak yakni H.Mahar Buburanda Imran, SH,MH, Dr.Hj Ulfiandani Sutriani Imran, S.Kg, H.Wahyu Ade Pratama Imran,SH dr.Hj.siska Karina Imran,S.Km, Moamar Asrawi Imran S.STp,M.Si dan dr Yelly Asta Siusiu Imran. Selain meninggalkan 6 orang anak Almarhum juga meninggalkan 5 orang menantu dan 8 orang cucu.

Penulis: Nazarudin

Baca Juga