Keluarga Korban Pembakaran Diskotik Double O Minta Pemulangan Jenazah Dipercepat

Agus Mahat Setiabudi, menunjukan foto adiknya Desra Wahyudi Achiriluis Maulana, yang menjadi korban dalam kerusuhan di Diskoti Double O, Kota Sorong Papua Barat

AKURATNEWS - Keluarga korban pembakaran Diskotik Double O Kota Sorong, Papua Barat, berharap jenazah para korban segera dipulangkan ke Surabaya.

Ditemui di rumah duka di Jalan Siwalankerto Surabaya, Agus Mahat Setiabudi, kakak kandung salah satu korban bernama Desra mengungkapkan bahwa untuk pemulangan jenazah adiknya dan korban lain, membutuhkan waktu selama 2 minggu.

“Tadi kakak saya yang berangkat ke Sorong ngabarin kalau jenazah baru bisa dikirim ke sini 2 minggu lagi, menunggu proses identifikasi dan tes DNA,” terang Agus, Kamis (27/1/22)

Agus mengatakan ia dan keluarga berharap agar proses pemulangan jenazah bisa dipercepat, sehingga mereka bisa segera memakamkan adiknya.

“Saya rasa proses identifikasi selama dua minggu itu kok kayaknya terlalu lama. Kami berharap prosesnya segera selesai dan kami bisa segera memakamkan adik (Desra) kami,” harap Agus.

“Saya juga berharap pihak manejemen Double O lebih tanggap dalam menangani kasus ini. Baik dalam proses pemulangan jenazah maupun proses hukum terhadap pihak-pihak yang melakukan kerusuhan, “ imbuh anak ke 4 dari 6 bersaudara itu.

Selanjutnya Agus meminta, agar pihak-pihak yang bertikai segera berdamai, agar kejadian yang menimpa adiknya dan korban lain tidak terulang.

“Namun meski sudah ada perdamaian antar

Pihak yang bertikai, kami berharap jalur hukum tetap berjalan sebagaimana mestinya. Karena mereka yang meninggal ini tidak tahu apa-apa. Mereka tulang punggung keluarga, dan hanya merantau untuk mencari nafkah bagi keluarganya,” kata Agus dengan mata berkaca-kaca, menahan kesedihan.

Saat ini Kakak dan Anak semata wayang dari korban Desra Wahyudi Achiriluis Maulana, sudah berangkat ke Sorong, guna melakukan tes DNA.

Perlu diketahui, Desra beserta rekan-rekannya yang tergabung dalam Band Rockvolution, berangkat ke Sorong pada Juni 2020 lalu.

Mereka dikontrak oleh manejemen Double O untuk tampil di tempat hiburan tersebut selama 6 bulan.

Namun Naas pada Selasa (25/1/22) dini hari terjadi kerusuhan antar 2 kelompok, yang berujung pada pembakaran Diskotik tersebut. Saat terjadi pembakaran Desra dan 16 korban lainnya, sedang bersembunyi di dalam salah satu ruangan karaoke yang terletak di lantai 2 gedung tersebut, untuk menghindari amuk massa.

Penulis:

Baca Juga