Kembangkan Sayap Bisnis Perum Jasa Tirta Resmikan PT Jasa Tirta Energi

Direktur Utama JTE, Dr. Etty Susilowati, SE. MM, bersama dengan Direktur Utama PJT1 Raymond Valiant Ruritan, ST., MT, Komisaris JTE Ir. Alfan Rianto, M.Tech, berfoto bersama dengan mitra kerjanya pasca peresmian Kantor baru PT. Jasa Tirta Energi, di bilangan Kemayoran, Jakarta.

Jakarta,
akuratnews.com –
Mengembangkan sayap bisnisnyaPerum Jasa Tirta 1 (PJT1), meresmikan PT Jasa Tirta Energi (JTE)
sebagai anak perusahaannya, untuk menangani proyek-proyek pekerjaan yang akan
dan tidak ditangani oleh PJT1 ke depan. Selama ini diketahui, PJT 1 bergerak di
bidang pengelolaan air, melalui sayap bisnisnya tersebut Jasa Tirta akan
menangani leboih banyak lagi pekerjaan-pekerjaan dalam pemanfaatan air menjadi
sumber energy.

Direktur Utama PJT1 Raymond Valiant Ruritan, ST., MT, mengatakan dibentuknya JTE akan menjadi entitas yang akan banyak berbuat. Artinya, JTE akan menjadi penghubung bagi PJT1 untuk memberikan pelayanan jasa ataupun produk yang dapat dinikmati oleh pengguna yang berhubungan dengan air, tetapi tidak sama dengan apa yang dikerjakan oleh induk perusahaannya.

“PJTE merupakan bagian dari 18 BUMN dimana yang berbentuk perum, artinya dikuasi oleh Negara. Tugas kami adalah mengelola air. Kami diberi tanggung jawab untuk mengelola dan menjaga kualitas air. Kami melayani masyarakat untuk menikmati air yang infrastrukturnya di sediakan pemerintah. JTE kami minta untuk memberi nilai tambah air. Kalau semula kami hanya mengurus bendungan, melayani air dari bendungan, maka sekarang kami juga bisa memberikan pelayanan lain,” ungkapnya, sesaat peresmian Kantor Jasa Tirta Energi, di bilangan MGK Kemayoran Jakarta, Selasa (6/3)

Lebih jauh, Raymont, menegaskan dalam ranah bisnisnya nanti JTE dapat melakukan penkerjaan-penkerjaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan apa saja yang bisa dikreasikan untuk memberi nilai tambah dari pemanfaatan air.

“Mereka (JTE) terbentuk sebagai persero atau perusahaan, maka JTE bisa bergerak diberbagai area, termasuk melakukan pemeliharaan, pengerukan sungai, pembersihan dan lain-lain yang berhubungan dengan air, tetapi tidak dikerjakan oleh induk perusahaan. Kami optimis walaupun masih tingkatan sederhana, JTE tahun ini target omsetnya sudah bisa mencapai Rp.50 Milyar lebih, walaupun baru tahun pertama. Karena JTE mengerjakan pekerjaan yang selama ini dikerjakan oleh perusahaan induk,” imbuhnya.

Direktur Utama JTE, Dr. Etty Susilowati, SE. MM, menerima potongan tumpeng yang diberikan oleh Direktur Utama PJT1 Raymond Valiant Ruritan, ST., MT, di kantor JTE, Kemayoran, Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama JTE, Dr. Etty
Susilowati, SE. MM, menjelaskan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) harus hadir di pedesaan-pedesaan
yang kesulitan listrik. Melalui kerjasama dengan lintas Badan Usaha Milik
Negara (BUMN),dan Pemerintah Daerah (Pemda) kebutuhan masyarakat pedesaan akan
adanya listrik akan terpenuhi.

“Harus bisa menikmati (masyarakat-red). Kami akan melakukan
kerjasama dengan BUMN untuk melakukan program kemitraan yang bisa membuat
kemaslahatan. Masuk kepada program-program CSR dan sebagainya. Di BUMN ada PKBL
program kemitraan untuk menyediakan dan mengalokasikan ke arah mikro hidrogen
ke desa desa. Bisa saja energi dengan memanfaatkan air sungai di daerah
tersebut untuk menghasilkan energi sesuai dengan kebutuhan mereka. Cita-cita
saya setiap rumah tangga bisa menciptakan energi dari potensi air,” tegasnya.

Komisaris JTE Ir. Alfan Rianto, M.Tech, mengatakan hadirnya JTE di tengah-tengah akselarasi pembangunan yang terus meningkat, matahari juga akan terbit berbarengan dengan hadirnya JTE. Peluang demi peluang akan banyak diraih oleh JTE. Tawaran kerjasama sudah cukup banyak, hal tersebut dikaitkan dengan tipikal pimpinan. Artinya, JTE hadir sebagai transformasi dari sebuah  akselerasi yang cukup tinggi.

“Saya ingin kita semua terus berlari dan seteguh karang.
Kalaupun kita berlari dan berlomba seperti halnya balap karung, kita tersungkur.
Te tapi yang penting kuncinya satu, untuk bangkit lagi dan berlari.
Keterbatasan meruapakan modal kita untuk maju. Kalau kita memiliki motivasi
apapun bisa diatasi. Saya yakin nanti, mungkin seorang anak harus lebih cerdas
dari bapaknya,” pungkasnya.

Penulis:

Baca Juga