Kemensos Siap Bangun Sistem SERASI

Solo. Akuratnews - Kementerian Sosial melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial tengah bersiap membangun Sentra Layanan Sosial (SERASI). Untuk itu, Balai Besar "Prof. Dr. Soeharso" Surakarta sebagai salah satu pilot project SERASI menggelar Rapat Koordinasi Implementasi SERASI.

Kegiatan ini juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Balai Besar "Prof. Dr. Soeharso" Surakarta yang ke 69. Usia ini juga menjadi titik awal peningkatan performa balai agar jauh lebih baik.

Menteri Sosial RI, Juliari P. Batubara diwakili oleh Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat berpesan untuk terus mengobarkan semangat dan nilai-nilai yang telah diwariskan oleh Prof. Dr. Soeharso. Nilai-nilai ini diharapkan tidak sampai pudar apalagi padam.

"Kementerian Sosial merupakan lembaga negara yang menjadi leading sector penanganan kesejahteraan sosial di Indonesia sesuai dengan amanat dalam Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial," kata Harry Hikmat, Jumat (28/8/2020).

Berdasarkan hal tersebut, Menteri Sosial mengarahkan untuk mewujudkan rancangan arah kebijakan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial berupa Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dan sistem Sentra Layanan Sosial (SERASI) sebagai wujud Negara Hadir.

"ATENSI sebagai cara merespon permasalahan sosial pun harus berbentuk respon efektif, mulai dari anak dalam kandungan sampai lansia, ini yang dinamakan dengan penanganan berbasis life cycle/siklus kehidupan," papar Harry.

Konsekuensi ATENSI tentunya perlu mengoneksikan berbagai pihak, dari tingkat keluarga hingga lembaga serta mengoneksikan layanan sosial lainnya. Maka dari itu Kemensos melalui Ditjen Rehabilitasi Sosial pun akan mewujudkan sistem Sentra Layanan Sosial (SERASI) sebagai wujud pelayanan publik tanpa spesialisasi.

SERASI merupakan wujud dari perubahan paradigma layanan rehabilitasi sosial yang semula sifatnya sektoral menjadi layanan terpadu atau dikenal juga dengan one stop service. Contohnya semua ragam disabilitas harus direspon dalam satu pintu.

"Kehadiran SERASI harus mengikis habis hambatan bagi masyarakat, salah satunya penyandang disabilitas. Esensi SERASI bahwa birokrasi yang dimiliki harus memihak kepada kepentingan masyarakat. Sehingga satu tempat bisa menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat," jelas Harry.

"Selain itu, perubahan paradigma layanan mengarahkan untuk menjangkau seluruh warga, sehingga peran Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) menjadi sangat strategis dalam implementasi ATENSI dan sistem SERASI," tambahnya.

Oleh karena itu, pada acara ini Balai Besar "Prof. Dr. Soeharso" Surakarta juga melakukan penandatanganan MoU dengan beberapa LKS di Solo Raya. Bentuk kerja sama konstruktif ini bisa memberikan inspirasi kepada Balai lain untuk bermitra dengan LKS. (akuratnews).

Penulis:

Baca Juga