Kena Imbas Pandemi, UMKM di Bogor Dapat Kucuran Bantuan Modal Dari Yayasan Dimensi

AKURATNEWS - Banyak UMKM yang mengalami kesulitan ekonomi di masa pandemi dan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Oleh karenanya, Yayasan Dimensi Untuk Indonesia (YDUI) yang bergerak di bidang digital marketing tergerak memberikan Bantuan Pinjaman Modal Tanpa Bunga (BPMTB) kepada sejumlah UMKM.

Di awal program, BPMTB diberikan kepada dua pelaku UMKM yaitu Rum Rusmiati, pedagang tanaman hias dan Emi, penjual masakan matang di Kampung Cipinang Gading, Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Masing-masing menerima bantuan sebesar Rp3 juta yang wajib dicicil tiap bulan selama 10 bulan.

Dalam kesempatan ini, Pelindung Yayasan Dimensi, Brigjen TNI Arkamelvi Karmani mengatakan, BPMTB adalah bagian pengembangan Corporate Social Responsibility (CSR) Yayasan Dimensi.

“Kita membantu supaya masyarakat tengah susah jangan jadi lebih susah lagi,” kata Arkamelvi yang didampingi Pembina Yayasan, Lanjar Setiawan dan Ketua Yayasan Dimensi, Menhefari kepada wartawan, Selasa (3/8).

Ia juga menjelaskan, dengan diberikannya dana bergulir ini diharapkan pelaku UMKM bisa semakin berkembang.

Ketika ditanya kenapa tidak memberikan dana hibah kepada UMKM, Arkamelvi menyebut, dana hibah tidak membuat UMKM menjadi mandiri.

“Uang pinjaman itu nanti bukan dikembalikan kepada kami, tapi akan kembali kepada UMKM lainnya yang membutuhkan, dan akan dikelola koordinator UMKM tersebut. Kalau mereka membayarnya lancar kami akan tambah lagi untuk UMKM yang lainnya,” jelasnya.

Pemberian BPMTB di Cijeruk ini nantinya akan menjadi percontohan di Bogor. Jika pembayaran pelaku UMKM bagus, pihaknya akan konsisten membantu UMKM di Bogor.

“Semoga dengan kegiatan ini masyarakat terutama UMKM yang kita bantu bisa lebih makmur dan sejahtera serta mereka bisa lepas dari bank keliling atau bank emok,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Dimensi Menhefari menuturkan, pemberian bantuan BPMTB ini pertama kali dilakukan di Solok, Sumatera Barat dan sudah berjalan selama 15 bulan.

“Kami ingin mengembangkan pelaku UMKM. Setelah berjalan 15 bulan Alhamdulillah kebanyakan UMKM yang kita bantu bisa dibilang sukses dan berkembang,” ungkap Menhefari.

Pelaku UMKM yang dibantu pun tidak ada yang menunggak atau telat membayar setiap bulannya. Untuk itu, lanjut Menhefari pihaknya berencana mengembangkan BPMTB ini di Bogor.

Dirinya melihat di Bogor marak praktek riba yang dilakukan bank emok dengan bunga 35 persen, sehingga memberatkan para pelaku UMKM

“Ini bantuan perdana dan mudah-mudahan bisa berjalan lancar serta bisa membantu para pelaku UMKM kecil di Bogor,” terangnya.

Pelaku usaha tanaman bunga, Rum Rusmiati saat ini membenarkan jika penjualan tanaman hiasnya sedang menurun. Dengan adanya pinjaman tanpa bunga ini, dirinya kini punya tambahan modal usahanya.

“Pinjaman ini mau dipakai modal lagi, karena sehabis Idul Fitri penjualan tanaman hias menurun. Lama-lama modal kepake untuk kebutuhan sehari-hari, dan saya sekarang kerja sebagai tukang masak di usaha katering tetangga,” kata Rum.

Senada dengan Rum, penerima bantuan lainnya, Emi menyatakan pinjaman tanpa bunga ini akan dijadikannya sebagai modal usaha.

“Pinjaman ini buat tambahan modal, karena saat pandemi ini banyak yang pesan makanan ke saya, tapi kadang banyak yang ambil dulu dan bayarnya nanti. Daripada modal nggak keluar, lebih baik diutangin. Nah, kadang ini yang bikin saya bingung, sampai rumah nggak bawa duit, mikir lagi 'besok jualan pakai uang dari mana ya. Dan Alhamdulillah, dengan adanya pinjaman tanpa bunga dari Yayasan Dimensi ini bisa membantu UMKM,” ujarnya.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga