Kenapa Black Box Pesawat Harus Terendam Air? Ini Penjelasannya

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menjelaskan penemuan Flight Data Record (FDR) bagian dari Balck Box pesawat Lion Air di Posko Pencarian Korban di Tanjung Priok, Jakarta. Kamis (1/11). foto : Dany Krisnadhi/ANCphoto

Jakarta, Akuratnews.com - Tim gabungan dari Badan SAR Nasional (Basarnas), TNI, dan Polri telah menemukan satu dari dua bagian Black Box pesawat naas Lion Air JT 610 dari dasar laut Teluk Karawang, Jawa Barat. Benda yang menyimpan data-data penting itu langsung dipindahkan ke kotak khusus yang berisi air tawar.

Namun, muncul pertanyaan apa yang menjadi alasan Black Box itu harus disimpan di kotak yang berisi air tawar?

Baca juga: Tim SAR Temukan FDR Pesawat Lion Air

Menurut Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono, hal itu dilakukan untuk mengontrol penyusutan yang dapat berakibat merusak memori di dalamnya.

"Karena Black Box kita temukan di dalam air. Kita cuci dengan air tawar. Jadi harus tetap di dalam air. Kalau benda ini kering tidak terkontrol bisa menyusut. Merusak bagian dalam Black Box," ucap Soerjanto saat menggelar konferensi pers di Dermaga 2 Jakarta International Container Terminal (JICT), Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Baca juga: Polisi Tak Temukan Tanda-Tanda Luka Bakar di Tubuh Korban

Selain mencuci dan mencegah penyusutan, hal itu juga dilakukan guna menjaga kondisi Floating Data Recorder (FDR) yang mampu menyimpan data penerbangan selama 25 jam.

Sebab, data itulah yang menjadi bukti kunci untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 itu di perairan Karawang, Jawa Barat.

"Jadi ini ada data 25 jam penerbangan. Lebih dari waktu tersebut, data awal terhapus otomatis dan digantikan data baru. Penerbangan sebelumnya bisa kita baca di sini," tutupnya. (Wan)

Penulis:

Baca Juga