Perang Dagang Smartphone

Keoknya Apple ‘Digebuk’ Perusahaan Cina

Jakarta, Akuratnews.com – Perusahaan-perusahaan asal Cina terus merangsek industri teknologi dunia dengan inovasi yang sulit ditandingi perusahaan dari negara lain. Amerika dan Eropa yang umumnya menguasai inovasi teknologi dunia kini mulai runtuh, salah satunya adalah Apple yang merasakan betul hebatnya Cina berinovasi.

Setelah lini smartphonenya 'dihajar' Huawei, kini Apple harus turun peringkat di laga perusahaan paling inovatif dunia. Lagi-lagi Apple 'keok' dihantam inovasi perusahaan Cina, kali ini yang menggerus peringkat Apple sebagai perusahaan paling inovatif adalah perusahaan platform teknologi asal Cina, Meituan Dianping.

Diketahui, selama bertahun-tahun, perusahaan yang bermarkas di California, Amerika Serikat, Apple selalu dipersepsikan sebagai perusahaan yang paling inovatif di dunia.

Melansir situs Selular, dalam 12 bulan terakhir, Apple – terutama menyangkut iPhone – telah lebih banyak kehilangan sentuhan inovasi yang selama ini menjadi daya magis Apple. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa dalam kurun waktu singkat, satu tahun, Apple telah kehilangan posisinya sebagai perusahaan paling inovatif di dunia. Tak tanggung-tanggung, Apple langsung melorot ke posisi 17.

Majalah bisnis Fast Company telah merilis daftar tahunan “50 Perusahaan Paling Inovatif di Dunia,”. Secara mengejutkan, perusahaan platform teknologi asal Cina Meituan Dianping didaulat sebagai pemuncak pada 2019.

Meituan Dianping bekerja sebagai agregator untuk pemesanan dan pengiriman layanan seperti makanan, menginap di hotel , dan tiket film.

Menurut laporan Fast Company, produk Apple yang paling mengesankan – perusahaan pertama yang berbasis di AS yang menyentuh penilaian triliun dolar – pada 2018 bukanlah iPhone atau iPad, tetapi chipset A12 Bionic-nya.

“Memulai debutnya pada iPhone musim gugur yang lalu, ini adalah prosesor pertama di industri berdasarkan pada proses manufaktur tujuh nanometer. Transistor A9 yang 6,9 miliar memberikan kinerja yang secara dramatis lebih cepat, konsumsi daya yang lebih rendah, yang sangat menunjang untuk beragam aplikasi intensif seperti AI, AR, dan fotografi”, kata laporan itu.

Tahun lalu, beragam inovasi yang dihasilkan Apple seperti AirPods, augmented reality, dan iPhone X, menjadi alasan bagi Fast Company untuk mendaulat Apple menjadi terdepan dalam daftar perusahaan inovatif.

Namun dalam satu tahun, perusahaan teknologi seperti Square, Twitch, Shopify, Peloton, Alibaba, dan Truepic telah mengamankan posisi di depan Apple.

“Dalam satu tahun terakhir, Apple tidak benar-benar menemukan jalan baru dengan perangkat mereka. Di sisi lain, penjualan perangkat keras terbukti lamban,” kata editor senior Fast Company Amy Farley mengatakan kepada CNBC.

Harga yang lebih tinggi dari iPhone 2018 dan program penggantian baterai Apple, disinyalir memiliki kontribusi dalam kinerja yang tidak begitu baik dari jajaran iPhone terbaru yang terdiri – iPhone XS, iPhone XS Max dan iPhone XR.

Fast Company menilai, ada banyak “kehendak tidak akan” seperti situasi di sekitar Apple dan iPhone saat ini. Berdasarkan rumor yang muncul tentang iPhone 2019, tampaknya tidak ada terlalu banyak inovasi yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Persoalan lain yang juga krusial menyangkut penetapan harga. Apakah Apple akan terus menaikkan harga atau akhirnya akan menyerah dan tidak menaikkannya?

Sebagai perusahaan teknologi, inovasi memang tetap menjadi jantung dari apa yang akan dilakukan oleh Apple selanjutnya. Namun, tentu saja masih harus dilihat, apakah inovasi itu akan datang dalam bentuk iPhone atau melalui perangkat lain. Demikian dikabarkan. (*)

Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi

Baca Juga