Kepala BKKBN Canangkan Kelurahan Bebas Stunting Kota Batam

Kepala BKKBN Pusat Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) [baju batik] pada acara pencanangan kelurahan bebas stunting kota Batam di Hotel Orchard Batam. [Dok Humas]

AKURATNEWS - Stunting mempunyai 3 konsekuensi, konsekuensi yang pertama adalah postur tubuhnya jadi tidak memenuhi syarat untuk bersaing, semua stunting pendek tetapi orang pendek belum tentu stunting.

Kedua, orang stunting ini intelektualnya tidak bisa mencapai optimal sehingga untuk bersaing menjadikan orang yang cerdas dan memiliki pengetahuan yang tinggi agak berat.

Ketiga, orang yang stunting pada hari tuanya usia 45 tahun keatas mudah sakit-sakitan, sakitnya bisa gangguan metabolisme seperti kencing manis atau bisa juga gangguan kardiovaskuler seperti tekanan darah tinggi, stroke, kemudian serangan jantung.

"Mencegah stunting itu penting untuk Sumber Daya Manusia (SDM) kita biar unggul, jujur kalau saya ditanya apa nilai tukarnya Sumber Daya Alam (SDA), ketika SDA diambil sehingga akhirnya habis maka satu-satunya nilai tukar yang nilainya sama adalah kualitas SDM" kata Kepala BKKBN Pusat Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) pada acara pencanangan kelurahan bebas stunting Kota Batam di Hotel Orchard Batam, Rabu, 3 November 2021 yang dihadiri Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad.

"Karena suatu wilayah tetap akan bisa hebat dan kaya meskipun SDA nya sudah habis kalau SDM nya unggul. Ini jelas kita lihat di beberapa negara tidak punya SDA tetapi SDM nya unggul tetap hebat dan sukses, yang punya SDA tapi SDM nya tidak unggul malah justru tidak hebat”, tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Hasto mengingatkan pentingnya menyiapkan kesehatan yang prima sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Hasto mengkritik kebiasaan masyarakat yang memilih mengeluarkan biaya hingga puluhan juta untuk sekadar melakukan prewedding, tapi tidak memikirkan hal yang lebih mendesak yakni prakonsepsi.

“Prakonsepsi itu sangat murah, calon ibu hanya minum asam folat, periksa hb (hemoglobin), minum tablet tambah darah gratis kalau di Puskesmas, biaya untuk persiapannya tidak lebih Rp 20.000. sementara, suami hanya perlu mengurangi rokoknya, kemudian suami minum zinc supaya spermanya bagus," tegasnya.

Lebih lanjut Hasto berharap dengan pencanangan kelurahan bebas stunting di Batam persoalan stunting bisa diatasi dengan baik, agar generasi masa depan Indonesia, khususnya Kota Batam menjadi generasi yang unggul, berdaya saing dan berkualitas.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Wijaya Kusnaryanto
Editor: Wijaya Kusnaryanto
Photographer: Humas BKKBN
Sumber: Humas BKKBN

Baca Juga