Kepala BKKBN Canangkan Kelurahan Bebas Stunting Kota Batam

Kepala BKKBN Pusat Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) [baju batik] pada acara pencanangan kelurahan bebas stunting kota Batam di Hotel Orchard Batam. [Dok Humas]

Sementara itu, Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad menegaskan untuk menekan kasus stunting, pihaknya juga telah membentuk tim khusus lintas instansi guna mendata dan menjamin asupan gizi ibu hamil yang ada di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

"Kunci pencegahanya ada didata awal usia kehamilan. Untuk itu kita akan perintahkan proses pendataan kepada Lurah hingga Camat untuk dapat jemput bola melihat kondisi warga yang sedang hamil," katanya.

Amsakar Achmad mengakui, hal ini menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi Pemerintahan Kota Batam kedepan. Untuk itu, tim khusus yang telah dibentuk segera menjemput bola dalam permohonan akta kelahiran dari masyarakat sehabis persalinan.

"Mengenai penanganan stunting di Kota Batam, tertuang dalam komitmen kepala daerah pada 21 September 2020 lalu tentang penanganan stunting secara terintegrasi. Surat keputusan tentang tim penanganan stunting Kota Batam dengan melibatkan semua unsur juga telah diterbitkan," tuturnya.

Menindaklajuti surat Gubenur Provinsi Kepri tentang pembentuikan Tim Pendamping Keluarga di tiap kelurahan, dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kota Batam, maka perlu dibentuk tim sebanyak 544 tim pendamping keluarga. Tim pendamping keluarga terdiri dari tiga orang, diantaranya Kader PKK kelurahan, Bidan serta kader KB atau posyandu.***

Selanjutnya 1 2
Penulis: Wijaya Kusnaryanto
Editor: Wijaya Kusnaryanto
Photographer: Humas BKKBN
Sumber: Humas BKKBN

Baca Juga