Kepala BNPT: Dibutuhkan Peran Antar Lini Dalam Pencegahan Radikalisme

Bogor, akuratnews.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT) hari ini merayakan Hari jadinya yang ke-7, acara dihadiri Menkopolhukam, Mendagri, Pejabat TNI dan Polri serta Perwakilan Duta Besar dari beberapa Negara.

Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius menerangkan, bahwa saat ini paham radikalisme sudah sangat menghawatirkan dan ditambah lagi dengan cepatnya penyebaran berita palsu (Hoax) yang harus diwaspada untuk itu dibutuhkan peran penting kerja sama antar lini untuk memberantasnya.

"Paham Radikalisme bisa masuk kemana saja tidak peduli ia Pejabat Negara, TNI, Polri, Mahasiswa, Jurnalis dan sebagainya, karena yang mereka sebarkan adalah opini untuk menanamkan idiologi," ungkap Suhardi.

Siapa pun yang tidak menyaring dan menggunakan akal sehat dalam menerima paham radikalisme, mereka dapat masuk didalamnya. Untuk itu, diperlukan pencegahan sejak dini.

"Sekarang ini muncul budaya sharing tanpa saring dan ada budaya malas untuk memverifikasi informasi yang diterima, sehingga Propaganda paham radikal melalui dunia maya semakin luas. Disini diperlukan peran antar lini sebagai upaya pencegahan," jelasnya.

Untuk menanggulangi fenomena tersebut, BNPT berupaya membangun budaya literasi di masyarakat sebagai bentuk pencegahan, serta akan bersinergi dengan seluruh kelompok dan organisasi kemasyarakatan yang selama ini peduli dengan isu radikalisme.

"Cara mencegah terorisme saat ini dengan membangun budaya literasi. Membangun budaya cerdas di masyarakat, peran serta media online juga sangat diperlukan untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat terutama anak muda," pungkasnya. (Toro)

Penulis:

Baca Juga