Sidang Gugatan Terhadap BPOM

Kepala BPOM Kalah di PTUN, Majelis Hakim Kabulkan Gugatan Sapari

Jakarta, Akuratnews.com - Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) mengabulkan gugatan Drs. Sapari Apt. M.Kes, Mantan Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) Surabaya, yang menggugat Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito di PTUN. Sidang yang digelar hari ini, Rabu, 8 Mei 2019 berjalan cukup singkat.

Dalam putusannya, Hakim Ketua, M Arief Pratomo SH MH, didampingi hakim anggota, Bagus Darmawan SH MH dan Nelvy Christin SH MH memutuskan mengabulkan secara keseluruhan gugatan Sapari atas tergugat Kepala BPOM.

Ada 5 poin yang diputuskan Hakim PTUN, diantaranya mengembalikan kedudukan atau jabatan Sapari seperti sebelumnya, membebankan biaya pengadilan kepada tergugat.

Perkara gugatan yang didaftarkan pada 17 Desember 2018, berjalan cukup alot dengan berbagai pembuktian yang diajukan oleh Sapari terkait dengan pemberhentian dirinya yang dinilai tidak sesuai ketentuan prosedur yang diatur dalam UU ASN no 5 tahun 2014.

Kepada redaksi Akuratnews.com, Sapari mengatakan, pihaknya terus mencari keadilan dan kebenaran demi keluarga, terutama bagi sang Istri dimana selama tujuh bulan ini, Sapari mengaku sudah tidak mendapatkan gaji sebagaimana haknya sebelum dia diberhentikan secara sepihak.

Sapari mengatakan, memberikan apresiasinya kepada Majelis Hakim PTUN yang telah menjalankan tugasnya dengan baik, dengan penuh tanggung jawab, sesuai hati nuraninya di bulan suci Ramadhan ini.

"saya bersyukur, Alhamdulillah yaa, Terima kasih kepada semua pihak yang memberikan dukungan kepada saya." Ujar Sapari. Apresiasi juga diberikan Sapari atas dukungan rekan kerja Sapari dan rekan sesama ASN di Surabaya.

Diketahui, dukungan kuat mengalir dari berbagai pihak yang menilai Sosok Sapari sebagai figur kepala BB POM Surabaya yang trengginas, terutama terkait dengan tugas operasi tindak pidana obat dan makana yang kerap membuat para mafia tak berkutik. Keberanian Sapari itu melahirkan dukungan bagi keadilan yang dituntut Sapari.

Salah satu yang menguatkan gugatan Sapari adalah kesaksian dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) di persidangan. KASN memberi kesaksian di pengadilan bahwa proses pemberhentian Sapari tidak sesuai ketentuan prosedur UU no 5-2014 tentang ASN.

Menurut Sapari, para Hakim telah mendapatkan fakta dan kebenaran sehingga dapat memutus perkara gugatannya ini dengan hati nurani dan hikmah dari Allah SWT. “Di bulan puasa, saat Ramadan. Kiranya para hakim yang mulia, mendapatkan fakta dan kebenaran, sehingga memutuskan gugatan saya, dengan hati nurani dan hikmah Allah," Tandasnya.

Sapari menjelaskan, kasus di pengadilan ini merupakan lanjutan dari kasus yang telah dia laporkan ke Presiden Joko Widodo. Menurut Sapari, ada relawan dan tim sukses Presiden yang dia duga bermain-main dalam kasus yang sedang ditanganinya, terutama kasus PT Natural Spritit (D’Natural). Dari informasi yang beredar disebut-sebut Sapari menjadi korban sebagai pejabat yang dilengserkan, karena “oknum” itu diduga “dekat” dengan Kepala BPOM.

Sementara itu, Tim Kuasa hukum dari Kepala BPOM yang kalah dalam perkara ini nampak enggan bicara ketika dikonfirmasi redaksi, namun, perwakilan BPOM yang tidak diketahui namanya ini mengatakan pihaknya masih menimbang apakah akan melakukan banding atau tidak, "Masih ada 14 hari ya," Ujarnya singkat.

Diketahui, Pemberhentian Sapari yang dilakukan oleh Kepala BPOM Penny K. Lukito, menjadi kasus yang menarik bagi Publik lantaran pemecatan itu diduga sarat dengan dugaan adanya "permainan' mafia obat dan makanan yang terusik dengan keberanian Sapari "mengobrak-abrik bisnis 'haram' mafia tersebut.

Meski belum jelas siapa sosok yang menjadi 'dalang' pemecatan dirinya, namun geliat Sapari memerangi pelaku tindak kejahatan obat dan makanan di Surabaya banyak mendapat perhatian masyarakat. Terlebih, Pemecatan yang diduga cacat hukum dan tidak sesuai UU ASN itu kemudian digugat Sapari ke PTUN. Hebatnya, Majelis Hakim telah mengabulkan gugatan Sapari memenangkan perkara ini.

Penulis:

Baca Juga