Kepala Dinas Tenaga Kerja Surabaya, Siap Maju di Pilwali 2020

Kepala Dinas Tenaga Kerja Surabaya, Dwi Purnomo. Foto: Samsul Arifin/Akuratnews.com

Surabaya, Akuratnews.com - Pemilihan Calon Walikota Surabaya, yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 memunculkan wajah - wajah baru. Wajah baru dan semangat baru ini akan menghiasi pada pemilihan calon walikota 2020 mendatang di kota Surabaya.

Diprediksi dalam Pemilihan Walikota (Pilwali) Surabaya bertaburkan wajah - wajah baru yang akan bertarung merebut kursi nomor satu di kota berlogokan ikan Suro dan Buaya ini.

Setelah M Sholeh, kini muncul nama Dwi Purnomo yang digadang-gadang akan mewarnai pesta politik dikota Surabaya. Hal itu karena nama Dwi Purnomo sempat tercantum dinama kandidat calon pilwali jalur independen.

Dwi Purnomo sendiri yang menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja Pemkot Surabaya tentunya bukan orang asing bagi warga Surabaya. Track Recordnya dinilai cukup baik selama pengabdianya menjabat, tidak ada catatan hitam tentang pria yang akrab disapa Pak De ini.

Dukunganpun muncul dari sejumlah perserikatan buruh dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) salah satunya FPS - KPP. Seperti apa yang disampaikan Kusnan salah satu tokoh masyarakat Surabaya menyampaikan, pihaknya mengaku menerima kunjungan sejumlah perwakilan LSM dan buruh yang menyatakan dukungannya terhadap duet M Sholeh dan Dwi Purnomo (Pak De) dalam pemilihan walikota Surabaya mendatang.

"Tadi siang ada beberapa perwakilan LSM dan Perwakilan buruh Surabaya mendatangi Posko kita, kawan-kawan menawarkan duet antara M Sholeh dan Dwi Purnomo. Kawan2 mengatakan siap mendapatkan KTP 135 ribu sebagai bahan dukungan ke cak Sholeh dan pak de ( dwi purnomo)" ujar, Kusnan pada akuratnews hari Sabtu (13/7).

Masih lanjut Kusnan, dalam pertemuannya dengan perwakilan LSM dan Buruh, ia siap turun langsung ke lapangan untuk menggalang suara baik itu kepada buruh maupun ke kampung-kampung.

"Saya menerima semua aspirasi kawan-kawan dan warga surabaya, demi terwujudnya Kota Surabaya yang lebih hebat . Tokoh-tokoh baru harus muncul, bukan lagi calon-calon lama agar warga bisa puas memilih calon walikotanya,"pungkasnya.

Penulis: Samsul Arifin

Baca Juga