Relawan Merah Hati Indonesia

Kepala Staf TNI AD Perlu Diacungi Jempol

Koordinator Merah Hati Indonesia Hendri Kurniawan, yang juga menjabat sebagai Badiklat KUP SUTA NUSANTARA.

JAKARTA, akuratnews.com - Hiruk pikuk atas informasi yang dilontarkan Mantan Kemenko Kemaritiman Rizal Ramli dalam cuitan instagramnya atas kemenangan 02 ditanggapi Kasad TNI AD dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

Kepala Staf TNI AD Jenderal Andika Perkasa menyampaikan dalam konfrensi persnya, menjelaskan bahwa TNI tidak punya wewenang untuk mendata jumlah pemilihan presiden. TNI sebagai institusi negara hanya hadir untuk mengamankan berlangsungnya pemilu.

"Jika ada TNI yang ikut serta melakukan perhitungan suara tentu dia telah melanggar aturan yang ada dan wajib diberi tindakan tegas,"ungkap Andika.

Terkait sikap Kepala Staf TNI AD Kordinator Relawan Merah Hati Indonesia Hendri Kurniawan, mengapresiasi sikap dan ketegasan Andika. Sebab, TNI memang tidak punya wewenang melakukan pendataan atas jumlah suara baik untuk suara Calon Presiden 01 ataupun 02. TNI adalah institusi yang sejak awal diminta untuk netral.

"Sikap tegas Andika selaku Kasat TNI AD mencerminkan sikap netralitasnya terhadap keberlangsungan pemilu. Artinya bahwa, TNI tetap menjaga tugas dan fungsinya sebagai pengamanan dalam keberlangsungan pemilu aman dan damai," ujarnya kepada redaksi akuratnews.com.

Hendri, berharap kepada siapa saja para elit bangsa agar tidak menimbulkan suasana yang membenturkan pihak-pihak.

"Kita percayakan saja kepada KPU selaku Panitia yang telah disepakati berdasarkan Undang-undang menjadi wasit kita. Bahwa, mereka memiliki tanggung jawab atas pengamanan pilihan rakyat dan mengakomodir secara profesional. Biarkan mereka bekerja sampai tuntas dan kita tunggu pengumuman tepat 22 Mei mendatang," tandasnya.

Penulis:

Baca Juga