Kepemimpinan ASET Dinilai Mampu Hadirkan Konsep Perubahan dalam Membangun Manggarai Timur

Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, SH. M. Hum dan Drs. Jaghur Stefanus. Foto: Istimewa.
Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, SH. M. Hum dan Drs. Jaghur Stefanus. Foto: Istimewa.

Manggarai Timur, Akuratnews.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Timur, NTT mengakui, janji kampanye Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, SH. M. Hum dan Drs. Jaghur Stefanus, alias ASET tidak sekedar jargon politik. ASET dinilai mampu menghadirkan konsep perubahan dalam membangun Manggarai Timur khususnya bidang infrastruktur, yang terbukti dengan dibangunnya 10 Km jalan per kecamatan sesuai dengan janji kampanye.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Matim Dapil Kecamatan Kota Komba, Tarsan Talus saat menghadiri kegiatan Musrembang penyusunan RKPD Matim tahun 2020 tingkat Kecamatan Kota Komba, di Aaulah Serba Guna Paroki Wae Lengga, pada hari Rabu (19/02/2020).

Pada kesempatan itu mewakili anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur Tarsan Talus juga menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur beserta seluruh jajaran OPD juga segenap anggota DPRD Matim selaku penyelenggara pemerintahan sebab, "Sudah bersepakat, sudah menyetujui, suda sama-sama membahas program-program yang akan kita laksanakan di 2020 ini," ungkapnya.

Di juga menjelaskan, APBD Kabupaten Manggarai Timur tahun 2020, diperkirakan lebih banyak memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar jalan dan jembatan. "Untuk tahun 2020, Manggarai Timur pendekatan pembangunanya itu masi dominan untuk infrastruktur," tutur Beliau.

Pada kesempatan itu, Politisi dari Partai Nasional Demokrasi (NasDem) itu juga mengapresiasi kepemimpinan ASET yang mampu menghadirkan warna baru dalam membangun Manggarai Timur khususnya penanganan infrastruktur jalan yang perlahan mulai membaik. Menurutnya, janji kampanye untuk bangun jalan 10 km per kecamatan itu tidak sekedar jargon politik.

"Selama pemerintahan Pa Andreas Agas ini juga masalah pembangunan fokus pada infrastruktur yang lebih bagus. Karena sekarang 10 Km per kecamatan itu bukan sekedar jargon tapi menjadi kenyataan," jelasnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Timur Daerah Pemilihan (DAPIL) Kota Komba itu juga menerangkan, pada tahun 2019, Kencamatan Kota Komba mendapatkan jata infrastruktur jalan dialokasikan dari anggaran APBD II MATIM tahun 2019 senilai Rp 13 Miliar. Sedangkan untuk tahun 2020, Pemda akan mengalokasikan Rp 10 Miliar juga untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di beberapa titik wilayah kecamatan kota Komba.

"Untuk kota Komba kalau saya tidak salah hampir 13 Miiar pada tahun 2019, tapi untuk segmen Matuk - Parang - Kembur itu tahun 2020 kita mendapatkan alokasi 10 Miliar"

Selain itu, Tarsan Talus menyebutkan beberapa jalur infrastruktur jalan lainnya wakil rakyat asal kota Komba itu menyebutkan beberapa jalur di kecamatan kota Komba diantaranya, jalur Munde - Pandua- Muting, kemudian dari Kisol menuju Nanga Rawa, jalur Wae Lengga - Lete - Mbata, jalur Wae Lengga - Sopang - Rajong, lalu ada jembatan di Munda, Desa Gunung Baru, "Banyak program-program kegiatan pemerintahan di bidang infrastruktur," jelasnya.

Politisi Nasdem Manggarai Timur itu juga mengakui bahwa pada tahun 2019, seperti terpantau beberapa Media maupun pantauan langsung DPRD ke lapangan, hampir semua pekerjaan itu tidak seratus persen sesuai dengan kenyataan dan harapan masyarakat.

"Terlepas di sana-sini masih ada satu dua kendala seperti terpantau oleh Media maupun kita pantauan langsung DPRD di lapangan, bahwa masih ada teman-teman kita yang belum secara total mau bertanggung jawab terhadap kualitas dan mutu pekerjaan proyek yang mereka kerjakan"

Terkait kondisi itu, Politisi itu mengaku kesal. Dia berjanji, kedepannya akan terus berjuang dan mengkawal setiap program-program pemerintahan yang ada. Menurutnya, beberapa persoalan teknis yang terjadi pada tahun 2019 akan menjadi bahan evaluasi bagi anggota DPRD bersama Pemda Manggarai Timur.

"Kami akan terus melakukan pengawasan yang lebih bagus lagi sehingga harapannya, anggaran pada tahun 2020dan seterusnya akan menjadi tidak lagi terjadi seperti yang terjadi di tahun 2019," pungkasnya.

Penulis: Yohanes Marto

Baca Juga