Keren! SDN 9 Katobu Sapu Bersih Perangkingan Kemendikbudristek

Kasek SDN 9 Katobu, Karmin ,S.Pd, M.Si bersama dua Guru Pembimbing KIHAJAR STEMnya saat mengikuti Finalisasi melalui Video Confrence (FOTO: Zainal)
Kasek SDN 9 Katobu, Karmin ,S.Pd, M.Si bersama dua Guru Pembimbing KIHAJAR STEMnya saat mengikuti Finalisasi melalui Video Confrence (FOTO: Zainal)

AKURATNEWS - Pekan lalu tepatnya tanggal 13 September 2021 SDN 9 Katobu Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menyapu bersih perangkingan pada program yang diluncurkan Kemendikbudristek RI, yakni program Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kita Harus Belajar Technologi Engineering and Mathematics (STEM).

Keberhasilan yang diraihnya tidak mudah, namun ada hal yang dilakukannya yang sangat jauh berbeda dengan rivalnya dalam ajang Kemendikbudristek itu. Dan Inilah yang dilakukan SDN yang sering meraih prestasi pada ajang Pendidikan tingkat Nasional itu, hingga tidak memberikan kesempatan sekolah sekolah lainnya untuk mengambil bagian di program Kemendikbudristek RI tahun ini.

Kepala Sekolah SDN 9 Katobu, Karmin, S.Pd melalui Guru pembimbing program KIHAJAR STEMnya, Sitti Harmin,S.Pd,SD, kepada Akuratnews.com menjelaskan bahwa siswa-siswi bimbingannya itu pada saat mengikuti program KIHAJAR STEM mulai dari tahap Ayo berlatih serentak yang pesertanya serentak diikuti oleh seluruh sekolah di Indonesia, pada tahap itu kami satu tim dari lima kelompok masuk ke peringkat sembilan.

"Pada tahap berikutnya yakni Tahap Besic kami lolos lagi dengan menduduki rangking satu sampai rangking lima selanjutnya pada tahap intermediate, dari lima itu hanya tiga yang diambil untuk mengikuti finalisasi dan hasilnya menjadi rangking pertama ketiga tim kami," terangnya, saat ditemui Sekolahnya.

Dikatakannya, bahwa hal-hal yang dilakukan siswa-siswinya itu pada tahapan finalisasi hingga bisa meraih rangking satu mereka membuat perangkat sederhana dengan bahan bahan dari sisa-sisa limbah.

"Siswa-siswi kami dari masing-masing kelompok, ada yang membuat pupuk kompos dari sisa batang jagung yang dikerat atau di iris kecil kecil lalu disimpan dalam sebuah wadah tertutup, bahkan ada juga yang membuat hand sanitizer alkohol dan non alkohol,"katanya.

Kalau yang alkohol menggunakan alkohol sedangkan yang non alkohol itu bahan bahannya dari rempah rempah (herbal) seperti kulit jeruk, Lida buaya dan daun siri, serta ada pula yang membuat penyaring air dari bahan kain kasa, pasir, batu kerikil, Pungkas Karmin.

Penulis: Zainal Arifin

Baca Juga