Liga 1 2019/2020

Kering Karakter Bikin Maung Bandung Takluk Lagi

Makassar, Akuratnews.com - Persib Bandung harus mengakui keunggulan tuan rumah PSM Makassar 1-3 dalam lanjutan Liga 1 di  pekan ke-15 yang di gelar di Stadion Andi Mattalatta, Minggu (18/8).

Di akhir babak pertama, Maung Bandung bahkan sudah tertinggal dua gol dari tim tuan rumah. Gol Juku Eja pada paruh pertama dicetak oleh Willem Jan Pluim (43') dan Zulham Zamrun (44').

Memasuki babak kedua, Persib berusaha memangkas jarak. Tapi, bukannya mencetak gol balasan, Maung Bandung malah kembali kebobolan.

Laga baru berjalan kurang dari dua menit, gawang Persib harus kembali dihujam gol. Gol ketiga PSM kembali dicetak oleh Pluim. Kali ini, tendangan keras dari luar kotak penalti tak mampu dibendung  I Made Wirawan.

Gol ketiga membuat pasukan Maung Bandung tersentak. Persib membuka harapan. Tak berselang lama, skuad asuhan Robert Albert ini mampu mempersempit jarak menjadi 1-3 lewat gol Ezechiel N'douassel di menit ke-49.

Berawal dari umpan matang Supardi Nasir dari sisi kanan, Eze menyambut bola dengan sundulan kepala untuk membobol gawang Rivky Mokodompit.

Laga mulai berjalan semakin seru. Kedua tim mulai tampil dengan permainan terbuka. Persib yang mengejar defisit gol membuka peluang lewat Eze memanfaatkan kesalahan Rivky Mokodompit. Namun, tendangan pemain bernomor punggung 10 ini masih membentur mistar gawang PSM.

Robert Albert mencoba melakukan penyegaran di lini tengah. Dedi Kusnandar masuk menggantikan Hariono pada menit ke-60. Untuk menambah daya serang, Robert pun kembali memasukan pemain baru.  Erwin Ramdhani diturunkan untuk mengganti Ghozali Siregar.

Persib terus berupaya mengejar ketinggalan dari tim tuan rumah. Namun, usaha tersebut selalu gagal di barisan pertahanan PSM yang digalang Abdurrahman. Skor 3-1 untuk keunggulan PSM bertahan hingga wasit Faulur Rosy meniupkan peluit panjang tanda akhir permainan.

Usai laga, Albert mengakui timnya belum mampu menemukan performa terbaiknya. Sehingga, kondisi ini memudahkan tim lawan untuk bisa mencetak dua gol dengan cepat pada menit-menit akhir babak pertama.

“Tim ini kering akan karakter dan kurangnya kepemimpinan di dalam tim. Itu adalah alasan kenapa kita terlalu mudah untuk kebobolan di lima menit akhir babak pertama,” tandas Robert.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga