Kerugian Investasi Bodong Rp117,5 Triliun, Waspadai MLM dan Money Game

AKURATNEWS - Investasi bodong masih terus mengintai masyarakat Indonesia. Angka kerugian masyarakat masih sangat besar bahkan cenderung mengerikan.

“Total kerugian akibat investasi bodong selama 10 tahun terakhir mencapai Rp117,5 triliun bedasarkan laporan dari kepolisian atau dari 2011 hingga akhir 2021,” kata  Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing, beberapa waktu lalu.

Tongam menyebut, penipuan berkedok MLM ini masih terus berulang, dan Satgas terus mengadakan edukasi kepada masyarakat agar tidak terjebak dan tertipu dengan modus penipuan ini.

Ia membeberkan, ciri-ciri perusahaan direct selling/multi level marketing (MLM) yang baik/benar adalah memiliki produk untuk dijual atau produknya jelas dan perusahaannya terdaftar di Kementerian Pedagangan dan Produk-produk mendapatkan izin edar dari BPOM jika menyangkut makanan, minuman, obat dan kosmetika. Perusahaannya pun harus memiliki izin yang sesuai, dalam hal ini memiliki SIUPL (Surat Izin Penjualan Langsung) dari Kemendag.

Sementara itu bisnis money game produk yang djual hanya sebagai tempelan kedok bisnis saja. Bonus aktif diperoleh dari perekrutan (member get member dapat bonus). Kemudian bonus pasif diperoleh berdasarkan persentase nilai investasi yang ditanamkan. Selanjutnya pay out hasil bonus keuntungan tidak masuk akal. Contohnya, satu minggu 10 persen, tiga minggu 20 persen. Selain itu member boleh memiliki lebih dari satu akun alias bergabung berkali-kali.

Satgas, lanjut Tongam, selalu menghimbau agar masyarakat waspada terhadap berbagai macam tawaran investasi money game yang berkedok koperasi, logam mulia atau MLM bodong.

Untuk diketahui, belakangan ini banyak beredar MLM Money game yang memberikan bonus dengan cara merekrut member baru dengan menyetor dana dengan jumlah tertentu yang besar, dengan iming-iming pendapatan yan besar pula dari bonus perekrutan member get member tersebut.

Ciri-ciri lain dari MLM Money Game ini adalah tidak mempunyai SIUPL (Surat Izin Penjualan Langsung) dari Kemendag RI tapi sudah melakukan operasional bisnis di Indonesia dan produk-produknya tidak mempunyai izin edar dari BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan).

Saat ini misalnya, sedang viral di twitter sebuah MLM dari Turki ONE MORE International secara aktif melakukan perekrutan anggota, namundisinyalir belum mendapatkan izin dari Kemendag dan izin edar dari BPOM.

Dari postingan di twitter tersebut beberapa top leader nya bahkan memposting pendapatan dari mata uang dolar Amerika Serikat yang jika dirupiahkan mencapai Rp800 jutaan. Karena aksi posting tersebut memicu para netizen memberikan komentar-komentar yang mempertanyakan legalitas dari perusahaan asing tersebut.

Lebih lanjut dihimbau kepada masyarakat yang mengetahui praktek-praktek bisnis MLM money game agar melaporkan ke Satgas Waspada Investasi OJK.***

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga