oleh

Kesal Dengan Perusahaan, Warga Lempari Pabrik Dengan Batu

Citeureup, Akuratnews.com – Bosan menunggu tindakan pemerintah, Warga Pasir Ipis, RT 02/08 Kelurahan Karang Asem Barat ambil langkah anarkis. Tiap malam hari, warga melempari batu ke perusahaan PT Argha Karya Tbk yang dianggap sebagai penyebab banjir dilingkungan yang mereka tempati.

Akibat kondisi tersebut, para karyawan khususnya para security resah. Lantaran tiap malam gerumunan warga menghampiri perusahaan sambil melempar batu.

“Tiap malam kami dilempari batu. Semua batu kami simpan untuk barang bukti,” tukas security, Samsuddin.

Meski belum menelan korban, aksi itu dianggap menakutkan oleh para karyawan. Lantaran, bisa saja lemparan batu warga menciderai karyawan. “Bisa saja karyawan terkena kepalanya. Jadi sangat bahaya aksi mereka,” ucapnya.

Menurutnya, tindakan itu dilakukan oleh oknum masyarakat yang tidak puas dengan kebijakan perusahaan. Meski perusahaan telah membantu, oknum warga tetap merasa tidak cukup karena kebijakan tersebut jauh darinyang mereka inginkan.

“Sudah pernah dibantu seng empat lembar agar air tidak masuk area rumah. Tapi tetap dianggap kurang oleh warga,” tukasnya.

Senada Kepala Security PT Arga Karya, Abdul Syukur menerangkan. Aksi oknum warga itu tak lebih adalah teror pada perusahaan. Pelemparan itu terjadi tiap malam hari.

” Itu saya anggap kriminal. Beberapa malam kami ditimpuki batu,” tuturnya.

Meski demikian, Syukur mengaku telah mengantongi beberapa nama pelaku. Yang dianggapnya telah melakukan aksi penimpukan diareal pabrik yang ia jaga.

“Saya tau orangnya. Dan saya pastikan tidak salah orang,” tukasnya kepada Akuratnews.com, Rabu. (03/05/17).

Ia mengaku tak mengambil langkah hukum lantaran masih menunggu instruksi dari perusahaan.

“Barang bukti sudah kami simpan. Tinggal lapor, tapi tunggu instruksi,” tuturnya.

Untuk diketahui, aksi nekat warga itu disebabkan oleh sikap lamban pemerintah menangani banjir yang kerap kali menimpa warga kampung tegal pasir ipis  Rt02/08 Karang Asem Barat. Banjir itu akibat bangunan tembok PT yang mengakibatkan luapan sungai Cibeber hinga meluber.

Usman (38) dan beberapa keluarga lainnya adalah warga yang merasakan dampak pembangunan dari tanggul yang dibangun oleh PT Argha Karya Tbk, Menurutnya semenjak Pt argha memperluas pabrik dan Membuat tangggul setinggi 4 meter itulah rumahnya selalu kebanjiran jika hujan datang beberapa jam saja.

“Sudah setahun inilah, semenjak perluasan pabrik eumah saya kebanjiran, banjirnya sampai setinggi pinggang orang dewasa (1)meter. Lihat aja mas tinggi tanggul yang mereka buat tingginya 4 meter gimana air tidak meluber kerumah saya.ungkapnya.

Usman menuding pt Argha karya tidak memikirkan dampak ke lingkungan, akibat perluasan pabrik yang dilakukan perusahaan, dirinya dan warga lainya kini menjadi cemas setiap kali datang hujan, banjir telah mengintai dan sangat membahayakan, bisa saja membawa dampak terburuk jika hujan turun dan banjir ia tidak siaga. (Toro)

Komentar

News Feed