Rhoma Irama vs Sandi Record

Kesal Lagunya Diacak-acak, Raja Dangdut Lanjutkan Kasasi ke MA

AKURATNEWS - Gugatan Raja Dangdut Rhoma Irama pada PT Sandi Record karena telah memproduksi lebih dari 30 lagunya dan diunggah ke YouTube tanpa izin ditolak Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Walau ditolak, Rhoma menegaskan tetap melanjutkan kasus dengan Sandi Record ini dengan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA)

"Ini bukan lagi sekadar gugatan soal royalti, tapi soal izin penggunaan dan buat pembelajaran untuk menghargai karya, hak cipta orang lain," tegas Rhoma di Soneta Record, Depok, Kamis (22/4).

Rhoma menjelaskan kronologis kasus dugaan pelanggaran hak cipta yang terjadi sejak 2007 oleh Sandi Record dan sempat membuatnya kesal dan kecewa ini.

Awalnya, 20 lagunya diminta Sandi Record untuk direkam ulang. Hal itu pun disetujui Rhoma dengan berbagai persyaratan. Salah satunya, lagu tersebut tak boleh didistorsi dengan musik koplo, remix atau house music.

Satu lagu waktu itu disepakati dibayar dengan harga Rp7,5 juta.

“Saat itu ada 20 lagu. Kan itu totalnya Rp 150 juta, saya tanda tangan dan lagunya apa saja saya harus tahu. Itu lagunya harus dinyanyikan satu penyanyi satu kali rekaman,” ucap Rhoma Irama.

“Kalau direkam ulang, namanya cover itu ada charge lagi. Apalagi diubah ke YouTube ada sinkronisasi izin, harus ada kompensasi juga, kira-kira seperti itulah kronologisnya,” sambungnya.

Seiring berjalannya waktu, ternyata Sandi Record melanggar perjanjian yang mereka sepakati saat itu. Mereka juga mengirimkan uang Rp75 juta ke Rhoma. Uang itu pun ditolak oleh Rhoma Irama.

Dan belakangan hari, menurut Rhoma, ada sekitar 60 lagunya yang direkam ulang pihak Sandi Record.

Sandi Record sendiri merasa benar karena sudah melaksanakan kewajiban, yakni membayar royalti sebesar Rp500 juta ke Rhoma. Namun Rhoma menyatakan tak pernah mendapatkan uang sebesar itu dari Sandi Record.

"Itu perinciannya kepada saya langsung Rp150 juta, kepada Imron Sadewa Rp8 juta, kepada Yanti Mala Rp375 juta. Yang sampai ke saya Rp150 juta, kepada Yanti Rp375 juta, sampai detik ini tidak pernah sampai ke saya," beber Rhoma.

Yanti Mala sendiri anak buah Rhoma di PAMMI Jawa Timur yang sebenarnya tidak pernah diberikan amanat untuk mengurus royalti tersebut. Yanti sendiri sudah mengakui bahwa uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadinya.

"Saya memohon maaf ke Pak Haji Rhoma. Uang itu saya terima dan saya gunakan. Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi, saya mohon maaf dan mohon maaf," kata Yanti dalam kesempatan itu.

Rhoma sendiri sudah memaafkan Yanti dan tak akan membawa masalah tersebut ke pihak kepolisian.

Terkait kasasi gugatan ini, kuasa hukum Rhoma, Iwan Ameeroeddin menyebut, kasasi kliennya sudah didaftarkan.

"Kita dikasih waktu dua minggu untuk mengajukan memori kasasi. Kami tetap membuka mediasi dengan Sandi Record," ucap Iwan di kesempatan yang sama.

Sebelumnya, Rhoma Irama menggugat Sandi Record ke Pengadilan Negeri Surabaya pada 25 Januari lalu, dengan nomor perkara 1/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2021/PN Niaga Sby.

Dalam pembacaan putusan yang digelar Senin (12/4) lalu, hakim menolak seluruh gugatan Rhoma Irama terhadap Sandi Record.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga