Kesulitan Siswa Depok Bersekolah Direspon Kemendikbud Ristek

Sejumlah orangtua siswa dari Depok saat lakukan aksi di depan kantor Kemendikbud Ristek
Sejumlah orangtua siswa dari Depok saat lakukan aksi di depan kantor Kemendikbud Ristek

AKURATNEWS.COM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) berikan respon positif atas kesulitan bersekolah siswa-siswi di Kota Depok, Jawa Barat.

Kemendikbud Ristek berjanji siap bantu memfasilitasi kesulitan para siswa siswi pasca sejumlah orangtua siswa mendatangi gedung kantor Kemendikbud Ristek di Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (04/08).

Kemendikbud Riset melalui Inspektorat I Sutoyo mengaku siap menjembatani dengan pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat.

"Saya akan coba menjembatani komunikasi antara orangtua siswa dan pihak Disdik Provinsi Jawa Barat,” kata Sutoyo.

Ketua Pos Peduli Pendidikan Sutikno mengungkapkan, sejumlah siswa siswi di Kota Depok belum bersekolah padahal, proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sudah ditutup.

"Kita hanya minta difasilitasi dan minta agar Kemendikbud khususnya Dirjen SMA mempunyai sebuah kebijakan untuk bisa mengakomodir siswa-siswi lulusan SMP di Kota Depok yang tidak mampu,” ungkapnya.

Dia menduga ada perilaku tidak adil yang dilakukan Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah II Jawa Barat, I Made Supriatna lantaran pihaknya menemukan bentuk pelanggaran.

"Pelanggaran Juklak-Juknis terjadi pada SMAN di Depok yakni, SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3 dan SMAN 6 Depok", jelas Sutikno.

Menurutnya, pelanggaran terjadi lantaran jumlah rombongan belajar masih terjadi overload dari kapasitas yang telah diatur pemerintah.

"Dalam satu rombel masih melebihi kapasitas yang telah ditentukan yakni mencapai 48 siswa per rombel", tandasnya.

Sementara, Mulyadi Pranowo seorang warga Depok yang juga sebagai salah satu Orangtua siswa menyatakan harapanya agar anaknya bisa bersekolah.

"Intinya anak kami ingin bersekolah dan masih banyak anak-anak yang belum mendapatkan hak bersekolah ditingkat SMAN maupun SMKN di Kota Depok", tutupnya.

Penulis:

Baca Juga