Ketemu Bos Bukalapak, Jokowi Santai Saja

Jakarta, Akuratnews.com - Hari ini, Sabtu (16/2), pendiri dan CEO perusahaan marketplace terkemuka Indonesia, Bukalapak, Achmad Zaky datang ke Istana Merdeka, Jakarta menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam kesempatan itu, Zaky meminta maaf secara pribadi kepada Jokowi karena cuitannya yang mengundang kontroversi di media sosial.

Seusai bertemu Zaky, Jokowi terlihat santai dan tidak mengekspresikan kemarahan. Ia mengatakan, kita harus bersikap bijak dan matang dalam bertindak.

"Tadi sudah bertemu dan saya tidak ada perasaan apa-apa terhadap mas Zaky," kata Kepala Negara.

Untuk menunjukkan bahwa dirinya tidak ada perasaan apa-apa, Jokowi mengatakan dirinya 'setiap hari ketemu' dengan Zaky.

Seperti diketahui, Kamis (14/2), Zaky bercerita tentang dana riset dan pengembangan (Research and Development/R&D) di Indonesia yang dianggapnya masih ketinggalan dibandingkan negara lain.

Melalui akun @achmadzaky di Twitter, dia menyatakan industri 4.0 adalah omong kosong apabila anggaran R&D di Indonesia hanya sekitar US$2 miliar pada 2016 atau lebih kecil dibandingkan dengan negara lain.

Amerika Serikat misalnya, disebut mempunyai anggaran sebesar US$511 miliar. Sementara itu, China menyiapkan anggaran senilai US$451 miliar, Jepang US$165 miliar, sampai negara tetangga, Singapura US$10 miliar.

"Mudah2an presiden baru bisa naikin," tulis pengusaha muda tersebut di akun Twitter-nya yang memiliki lebih dari 20.000 pengikut.

Cuitan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) itu kemudian ditanggapi para pengguna akun Twitter lainnya. Pengguna akun media sosial atau yang dikenal sebagai warganet itu tidak mempersoalkan cuitannya mengenai dana R&D, melainkan tentang harapan soal 'Presiden Baru'm.

Sontak, tulisan Zaky itu direspons negatif oleh para warganet. Tulisan itu diartikan bahwa Zaky tidak mendukung Jokowi.

Sebaliknya, dalam berbagai kesempatan, Jokowi menunjukkan dukungan terhadap Bukalapak sebagai salah satu unicorn. Pada Januari 2019, Jokowi juga menghadiri acara ulang tahun Bukalapak di Jakarta.

Sebagai konsekuensinya, warganet mendorong para pengguna aplikasi Bukalapak untuk menghapus (uninstall) aplikasi e-commerce itu di telepon genggam masing-masing. Mereka menyematkan tagar #UninstallBukalapak sebagai bentuk respons negatif terhadap pernyataan Zaky.

Tagar itu sempat menjadi salah satu yang terpopuler di Twitter Indonesia hingga Jumat (15/2), dengan jumlah cuitan lebih dari 56.700. Pada Sabtu (16/2/2019), Jokowi kemudian menyerukan supaya pengguna aplikasi Bukalapak menghentikan aksi menghapus aplikasi tersebut. (Red)

Penulis:

Baca Juga