Ketersediaan APD COVID-19 di Matim Sangat Langka

Petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Matim saat melakukan Sidak sejumlah Apotek di Borong, Selasa,(31/03/2020). Foto: akuratnews.com.
Petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Matim saat melakukan Sidak sejumlah Apotek di Borong, Selasa,(31/03/2020). Foto: akuratnews.com.

Manggarai Timur, Akuratnews.com - Saat ini, ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) COVID-19 di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) sangat langkah. Hal itu disampaikan oleh Dinas Kesehatan Matim melalui Kabid Sumber Daya Keseyatan (SDK) Pranata Kristiani Agas saat ditemui usai melakukan inspeksi mendadak (Sidak) sejumlah Apotek di Kota Borong bersama Kasat Reskrim Polsek Matim, Selasa, (31/03/2020).

Kabid Sumber Daya Keseyatan (SDK) Dinkes Matim, Pranata Kristiani Agas menjelaskan bahwa saat ini ketersediaan alat kesehatan (Alkes) perlindungan diri atau APD COVID-19 di langkah.

Stok APD di gudang farmasi kabupaten Manggarai Timur sangat minim. APD di Sedangkan persediaan di setiap Apotek di kota Borong juga sudah sangat langka. Karena itu, masyarakat didorong untuk memenuhi APD secara swadaya

Diketahui, sejak sepekan lalu wilayah Kabupaten Manggarai Timur sudah mengalami kelangkaan APD COVID-19. Meskipun masih terdapat di beberapa Apotik, tapi dengan harga jual berlipat ganda dari biasanya.

"Kami juga mendapat laporan sekitar satu minggu yang lalu APD ini sudah kosong di semua apotek di kota Borong dan hampir tidak lagi dijual. Kalaupun masih ada yang menjual harganya sangat luar biasa mahal, bisa tiga atau lima kali lipat dari harga yang sebenarnya", jelas Kabid Sumber Daya Keseyatan (SDK) Dinkes Matim

Sedangkan untuk sementara waktu stok APD yang ada di gudang farmasi Matim sudah mulai menipis, "Kami sudah melakukan proses pengadaan dan kami perkirakan diawal bulan April ini sudah bisa sampai," jelasnya.

"Kegiatan kami hari ini adalah memantau ketersediaan APD di pasaran seperti di apotik memang sudah sangat langka bahkan di beberapa apotik yang kami lakukan pemantauan ADP yang standar saja seperti masker hapir sudah tidak tersedia lagi", tutupnya

Penulis: Yohanes Marto

Baca Juga